Iran Tembak Rudal ke Israel, Trump Beri Peringatan
Iran dilaporkan menembakkan rentetan rudal ke wilayah Israel pada Minggu (7/6/2026), memicu kembali ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya retorika keras dari pejabat tinggi Iran yang menuding pihak lawan telah melanggar komitmen damai yang sebelumnya disepakati.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut tindakan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) serta pelanggaran kesepakatan terkait Lebanon telah menggugurkan gencatan senjata.
“Aktivitas militer di Lebanon dan blokade AS yang terus berlanjut membuat pangkalan dan aset Amerika serta rezim di kawasan tersebut menjadi sasaran yang sah,” sebut Ghalibaf menurut terjemahan unggahannya di X.
Baca Juga: Obama Diejek Trump dengan Gambar AI, Singgung Proyek Rp15 T
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga mengonfirmasi adanya aksi militer tersebut dan menyebut serangan itu masih berada dalam kerangka kesepakatan yang ada.
“Gencatan senjata tersebut bersyarat di semua lini,” tulis IRGC dalam pernyataan resminya kepada The New York Times.
IRGC bahkan memperingatkan bahwa serangan yang dilakukan pada Minggu malam merupakan peringatan awal.
“Operasi malam ini adalah sebuah peringatan, dan jika agresi terulang kembali, respons yang diberikan akan lebih luas,” lanjut pernyataan tersebut.
Israel Aktifkan Pertahanan, Trump Sebut Ganggu Negosiasi
Meski laporan serangan belum sepenuhnya terkonfirmasi oleh pihak independen, The Associated Press melaporkan Israel menyatakan Iran telah meluncurkan rudal ke wilayahnya.
Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) disebut langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk merespons ancaman tersebut.
Di tengah situasi itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan yang menyoroti dampak diplomatik dari eskalasi tersebut.
“Tentu saja tidak akan membantu negosiasi,” ujar Trump kepada Fox News pada Minggu.
Seorang pejabat Gedung Putih juga menilai bahwa perkembangan terbaru menunjukkan adanya salah perhitungan dalam pendekatan diplomasi AS terhadap Iran.
“Negosiasi baru-baru ini dengan Iran dalam banyak hal telah menunjukkan salah perhitungan yang mendasar dari Trump dan Gedung Putih,” kata pejabat tersebut.
Dalam pernyataan terpisah kepada Financial Times, Trump tetap optimistis bahwa Washington memiliki posisi kuat dalam negosiasi dengan Israel dan Iran.
Baca Juga: Purbaya Bantah Kopdes dan MBG Bebani APBN
“Tidak akan memiliki pilihan,” tutur Trump, merujuk pada keyakinannya bahwa kesepakatan yang dinegosiasikan AS akan tetap menjadi jalan keluar utama.
Ketegangan ini terjadi di tengah gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung sejak April, namun terus diguncang konflik di Lebanon dan perbedaan tuntutan antara Iran dan Amerika Serikat mengenai isu nuklir serta keamanan kawasan.

[…] Baca Juga : Iran Tembak Rudal ke Israel, Trump Layangkan Peringatan […]