Amran Bongkar Beras Premium Abal-abal, Konsumen Rugi Rp98 T
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengungkap dugaan praktik penipuan mutu beras premium yang disebut telah merugikan konsumen hingga Rp98 triliun.
Kerugian tersebut dihitung berdasarkan selisih harga beras premium yang dijual kepada masyarakat dengan kualitas beras yang sebenarnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap sampel dari 212 merek beras. Bukti hasil pengujian tersebut juga telah diserahkan kepada Satgas Pangan untuk ditindaklanjuti.
“Total kerugian Rp 98 triliun. Kita hitung detail, itu Rp 99 triliun. Kurang lebih Rp 100 triliun,” ujar Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga : Ribuan Perlintasan Disorot, Prabowo Minta KAI Investasi
Amran mengungkapkan, salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan kadar beras patah dalam produk yang dipasarkan sebagai beras premium.
Pemerintah telah menetapkan batas kadar beras patah untuk kategori premium sebesar 14,5%. Namun, hasil pemeriksaan Kementan menemukan sejumlah produk memiliki kadar beras patah yang jauh lebih tinggi, bahkan mencapai 59,20%.
“Ini yang terjadi, beras bukan premium, di bawahnya medium. Tapi dijual premium,” jelas Amran.
Tidak hanya kualitas beras premium, Amran turut mengungkap adanya persoalan harga pada produk beras fortifikasi.
Menurut dia, terdapat beras fortifikasi yang dijual hingga Rp42.000 per kilogram. Padahal, harga beras fortifikasi untuk sementara diimbau mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium.
Saat ini, HET beras premium ditetapkan berbeda berdasarkan zonasi wilayah, dengan rentang harga Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram.
Amran menjelaskan beras fortifikasi merupakan produk beras yang mendapatkan tambahan zat gizi atau nutrisi. Kandungan tersebut antara lain vitamin B, vitamin B12, asam folat, dan zat besi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Baca Juga : Prabowo Sampaikan Keinginannya Kendaraan RI Beralih ke Listrik
Ia kemudian menghitung komponen biaya yang seharusnya dikeluarkan produsen untuk membuat beras fortifikasi.
Apabila produsen menggunakan beras medium sebagai bahan baku dengan harga sekitar Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram, kemudian menambahkan nutrisi sekitar Rp700 hingga Rp1.000 per kilogram, maka harga jual beras fortifikasi seharusnya berada di kisaran Rp14.000 per kilogram.
“Ini kalau ditambah tadi, supaya clear, biaya tambahan Rp 700 sampai 1000 per kilo. Kalau ditambahkan yang zat-zat, B12, itu nilainya Rp 700 per kilogram. Kemudian, dengan menggunakan beras medium, harga ini diproses fortifikasi bisa Rp 14.000, harga HET. Tetapi dijual Rp 20.000. Ada Rp 42.000,” jelas Amran.
