China Bantah Laporan Pengiriman Rudal ke Iran untuk Perang
Pemerintah China membantah laporan sejumlah media Barat yang menyebut Beijing akan mengirim gelombang pertama sekitar 400 peluncur rudal pertahanan ke Iran untuk mendukung negara tersebut dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan kabar tersebut tidak benar. Ia mengatakan pemerintah China telah berulang kali menjelaskan posisinya terkait isu tersebut.
“Laporan tersebut tidak benar dan sama sekali tidak benar,” ujar Mao.
Ia menegaskan China tetap berkomitmen mendorong penyelesaian damai atas konflik yang terjadi.
“China selalu berupaya untuk perdamaian dan mengakhiri konflik,” kata dia lagi, seperti dikutip Anadolu, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Serangan Udara 14 Hari ke Iran Dipertimbangkan Trump
Pakistan Ikut Membantah Laporan Pengiriman Senjata
Selain China, Pakistan juga membantah laporan yang menyebut negaranya akan menjadi jalur transit pengiriman sistem pertahanan udara dari China menuju Iran.
Sayap media militer Pakistan, Inter-Services Public Relations (ISPR), menyatakan seluruh informasi tersebut tidak berdasar.
“Semua spekulasi tersebut tidak berdasar dan tidak benar,” kata ISPR kepada Anadolu.
“Spekulasi tersebut secara tegas ditolak,” imbuh dia.
Sebelumnya, Reuters melaporkan Iran diperkirakan akan menerima pengiriman pertama sistem pertahanan udara dalam beberapa pekan mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan militernya di tengah konflik dengan AS.
Laporan itu menyebut pengiriman awal direncanakan berangkat dari Urumqi di China barat, kemudian transit melalui Pakistan sebelum tiba di Iran.
Namun, Reuters tidak menjelaskan apakah jalur tersebut akan ditempuh melalui udara atau darat.
Baca Juga: Prabowo Minta Himbara dam BI Perkuat Kerja Sama Nasional
Media tersebut juga melaporkan nilai pengiriman peluncur rudal diperkirakan mencapai 60 juta hingga 70 juta dollar AS.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan merasa “sangat kecewa” apabila Presiden China Xi Jinping benar-benar memasok persenjataan ke Iran.
Sementara itu, CNN melaporkan intelijen AS menilai China sedang bersiap mengirim sistem pertahanan udara baru ke Iran sebagai bagian dari upaya Teheran memperkuat pertahanan dengan dukungan mitra asingnya. Hingga kini, pemerintah China tetap membantah laporan tersebut.
