Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle Besar Kabinet
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana melakukan perombakan atau reshuffle besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjawab berbagai spekulasi yang beredar mengenai kemungkinan pergantian sejumlah menteri, termasuk posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewo.
Baca Juga : Mentan Ancam Laporkan Perusahaan Sawit ke Polisi, Ada Apa?
“Sekali lagi dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana kalau tadi disebutkan perombakan apalagi besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih, belum ada,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2026).
Menurut Prasetyo, seluruh anggota kabinet saat ini masih fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai para pembantu presiden sedang bekerja keras sehingga belum ada agenda khusus terkait perombakan kabinet.
Meski demikian, Prasetyo tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi atau perubahan di masa mendatang apabila memang diperlukan untuk mendukung kinerja pemerintahan.
“Nanti pada waktunya kalau memang diperlukan pasti akan kami sampaikan kepada saudara-saudara,” ujarnya.
Prasetyo juga membantah rumor yang menyebut ekonom senior Universitas Indonesia, Chatib Basri, akan menggantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Menurutnya, hingga saat ini tidak ada pembahasan maupun rencana pergantian Menteri Keuangan di lingkungan pemerintahan.
“Itu tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Berkali-kali juga sudah kami sampaikan tidak ada rencana reshuffle,” tegas Prasetyo.
Ia meminta publik tidak mengaitkan nama-nama tertentu dengan posisi jabatan menteri karena pemerintah saat ini memang tidak sedang menyiapkan pergantian pejabat di kabinet.
Baca Juga : Purbaya Kunjungi China, Siap Promosikan Panda Bond
Prasetyo menegaskan bahwa Presiden memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri. Namun, keputusan tersebut hanya akan diambil apabila dianggap perlu demi meningkatkan efektivitas pemerintahan.
“Karena memang sesungguhnya tidak sedang ada rencana pergantian. Nanti kalau memang kita merasa, tidak hanya salah satu kementerian ya, kalau memang Presiden merasa harus ada penyegaran atau perubahan, pada waktunya nanti akan disampaikan kepada masyarakat,” kata Prasetyo.
