Iran Umumkan Hentikan Serangan ke Israel Sementara
Komando militer tertinggi Iran, Khatam Al-Anbiya, mengumumkan penghentian sementara operasi militer terhadap Israel setelah kedua negara terlibat baku tembak untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diberlakukan pada April 2026.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Khatam Al-Anbiya menyebut Teheran telah memberikan respons yang dianggap cukup terhadap serangan Israel.
“Menurut kami, tanggapan yang menyakitkan telah diberikan kepada Israel dan oleh karena itu, penghentian operasi angkatan bersenjata diumumkan di sini,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui siaran resmi.
Baca Juga : Iran Tembak Rudal ke Israel, Trump Layangkan Peringatan
Iran Ancam Balasan Lebih Keras Jika Diserang Lagi
Meski menghentikan operasi militer untuk sementara, Iran menegaskan langkah tersebut tidak berarti konflik telah berakhir sepenuhnya.
Teheran memperingatkan bahwa serangan baru dari Israel, termasuk operasi militer yang terus berlangsung di Lebanon selatan, dapat memicu respons yang lebih besar.
“Namun, ditekankan bahwa jika tindakan agresi dan permusuhan berlanjut, termasuk di Lebanon selatan, tindakan yang jauh lebih keras dan menghancurkan daripada sebelumnya akan menyusul,” lanjut pernyataan tersebut.
Teheran Klaim Siap Hadapi Perang Jangka Panjang
Sebelum pengumuman penghentian operasi, media Iran melaporkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi konflik berkepanjangan.
Kantor berita Tasnim News Agency mengutip sumber militer yang menyatakan seluruh persiapan menghadapi perang jangka panjang telah dirancang.
“Pengaturan yang diperlukan untuk hal ini telah sepenuhnya dirancang,” kata sumber tersebut.
Sumber yang sama juga memperingatkan bahwa Iran tidak akan mudah ditekan oleh Israel maupun Amerika Serikat.
“Iran akan meningkatkan tingkat ketegangan,” ujarnya.
Front Perlawanan Tetap Jadi Faktor Penting
Dalam pernyataannya, sumber militer Iran juga menyinggung peran “Front Perlawanan”, yaitu jaringan kelompok sekutu Iran di kawasan Timur Tengah.
Kelompok tersebut mencakup Hezbollah di Lebanon serta Houthi di Yaman yang selama ini mendukung posisi Teheran dalam berbagai konflik regional.
Iran menilai dukungan dari kelompok-kelompok sekutu tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi tekanan militer dari Israel dan sekutunya.
Awal Eskalasi Terbaru Iran-Israel
Gelombang konflik terbaru dipicu oleh serangan Israel ke wilayah selatan Beirut pada Minggu (7/6/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai puluhan lainnya.
Sebagai respons, Iran meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel. Sebagian besar rudal berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel, meski beberapa puing dilaporkan jatuh di wilayah sekitar.
Israel kemudian membalas dengan serangan udara ke sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran, Tabriz, Karaj, dan Isfahan. Serangan tersebut menjadi eskalasi paling serius sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata pada April lalu.
Trump Desak Kedua Pihak Hentikan Serangan
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Iran dan Israel menghentikan aksi militer mereka.
Baca Juga : Netanyahu Diminta Tidak Balas Serangan Iran ke Israel
“Israel dan Iran harus segera berhenti ‘menembak’ satu sama lain,” tulis Trump melalui platform media sosialnya.
Meski Iran telah mengumumkan penghentian operasi militer, situasi di kawasan masih dinilai rapuh. Seorang pejabat militer Israel bahkan menyatakan negaranya tetap bersiap menghadapi kemungkinan pertempuran selama beberapa hari ke depan, bahkan lebih lama apabila ketegangan kembali meningkat.
Dengan kondisi tersebut, masa depan gencatan senjata di Timur Tengah masih bergantung pada langkah kedua pihak dalam beberapa hari mendatang.

[…] Iran Umumkan Hentikan Serangan ke Israel Sementara […]