Purbaya Ungkap Sektor Swasta Jadi Motor Utama Ekonomi RI
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan berasal dari belanja pemerintah, melainkan dari sektor swasta yang memiliki kontribusi jauh lebih besar terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Purbaya menyebutkan bahwa kontribusi belanja pemerintah terhadap perekonomian hanya sekitar 7,7 persen, sementara sebagian besar lainnya digerakkan oleh sektor swasta. Karena itu, pergerakan ekonomi sangat bergantung pada dinamika dunia usaha dan konsumsi masyarakat.
Baca Juga: PLN Temui Prabowo, Sebut Pemadaman Bergilir di Jawa Mulai Berkurang
“Kalau kita lihat kan kontribusi belanja pemerintah ke ekonomi hanya 7,7 persenan, sekitar segitu ya. Sisanya private sector. Jadi kalau private sector yang enggak gerak, hampir pasti kita enggak bisa tumbuh sebesar 5,61% triwulan pertama 2026,” kata Purbaya dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, strategi pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto saat ini adalah memastikan belanja negara dan konsumsi masyarakat sama-sama bergerak positif agar pertumbuhan ekonomi lebih kuat dan berkelanjutan.
“Jadi ini menunjukkan bahwa strategi Bapak Presiden untuk membangun perekonomian di pemerintah dan di sektor swasta itu berjalan dengan baik. Belanja pemerintah juga hidup. Belanja masyarakat juga tumbuh dengan signifikan,” tegasnya.
Purbaya juga memaparkan bahwa kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari beberapa komponen utama, yakni konsumsi masyarakat, investasi, dan belanja pemerintah. Dari ketiganya, konsumsi masyarakat menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan.
“Padahal kalau kita kalikan pemerintah dengan share-nya, belanja masyarakat dengan share yang 55% lebih itu, belanja masyarakat itu berkontribusi sekitar 2,9% ke angka yang 5,6% itu. Investasi 1,9%, belanja pemerintah cuma 1,34%,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, ia menyebut sejumlah indikator sektor riil masih menunjukkan tren penguatan, terutama pada penjualan mobil dan semen yang mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang tetap solid. Penjualan mobil tercatat tumbuh 55 persen, sementara sepeda motor naik 28,1 persen.
Selain itu, konsumsi BBM untuk transportasi dan industri juga menunjukkan peningkatan. BBM ritel tumbuh 11,9 persen, BBM industri naik 17 persen, dan total konsumsi BBM meningkat 13 persen pada periode yang sama.
Baca Juga: Purbaya Sebut Pemda Belum Siap Terbitkan Obligasi, Jangan Bernasib sama Argentina
Sektor kelistrikan juga mencatat pertumbuhan signifikan, dengan konsumsi listrik rumah tangga, bisnis, dan industri tumbuh sekitar 19 persen, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi. Di sisi lain, konsumsi semen domestik melonjak hingga 35,6 persen pada April 2026 yang mencerminkan kuatnya aktivitas pembangunan nasional.
“Jadi memang lebih tinggi dari sebelumnya, tapi bukan berarti ini hanya satu-satunya mesin pertumbuhan. Jadi daya beli masyarakat masih cukup baik kalau kita lihat dari angka yang ada,” terangnya.

[…] Purbaya Ungkap Sektor Swasta Jadi Motor Utama Ekonomi RI […]