Mesir Respons Ekspor Sawit Satu Pintu Danantara RI
Pemerintah Mesir menyampaikan tanggapannya terkait kebijakan ekspor minyak sawit Indonesia yang akan dilakukan melalui sistem satu pintu oleh Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Mesir menyatakan menghargai kebijakan tersebut sekaligus menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran perdagangan sawit antara kedua negara.
Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, mengungkapkan bahwa minyak sawit menjadi salah satu komoditas utama dalam hubungan dagang Indonesia dan Mesir dengan nilai transaksi mencapai US$1,2 miliar per tahun atau sekitar Rp21,48 triliun.
“Kami mengikuti dengan penuh perhatian perkembangan terbaru terkait Danantara Indonesia dan sistem ekspor satu pintu,” kata Elshemy dalam acara peringatan Hari Nasional Republik Arab Mesir ke-74 di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga : BGN Tetapkan 4 Kelompok Baru Prioritas MBG
Meski memantau perkembangan tersebut, Elshemy menegaskan bahwa kepentingan utama Mesir adalah memastikan rantai pasok minyak sawit tetap terjaga. Ia meyakini komunikasi yang baik antara Indonesia dan Mesir dapat menjaga kelancaran perdagangan kedua negara.
“Dari sisi kami, yang paling penting adalah stabilitas arus perdagangan. Kami yakin melalui komunikasi yang erat dengan mitra Indonesia, kedua belah pihak dapat memastikan perdagangan minyak sawit dan komoditas lainnya tetap berjalan lancar dan saling menguntungkan,” katanya.
Selain membahas perdagangan sawit, Elshemy menilai hubungan bilateral Indonesia dan Mesir kini memasuki fase yang lebih kuat setelah kedua negara sepakat meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis pada April 2025. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, pendidikan, pertahanan, pertukaran masyarakat, hingga kebudayaan.
Menurutnya, kedua negara saat ini juga tengah menjajaki berbagai langkah untuk memperluas kerja sama ekonomi, termasuk melalui pembahasan perjanjian perdagangan bebas baik secara bilateral maupun dalam kerangka kerja sama D-8.
Di bidang pendidikan, Mesir berharap hubungan dengan Indonesia semakin berkembang. Saat ini, sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia tercatat sedang menempuh pendidikan di Mesir.
Baca Juga : Prabowo Tegaskan MBG Lebih Genting, Tidak Akan Dihentikan
Pemerintah Mesir juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi pada bidang kedokteran, teknik, kedokteran gigi, dan farmasi, selain program pendidikan keagamaan yang selama ini identik dengan Al-Azhar University.
