Indonesia Segera Bahas Keanggotaan CPTPP Bersama UEA
Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab (UEA) akan segera memulai pembicaraan resmi untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), salah satu blok perdagangan bebas terbesar di dunia.
Langkah ini menandai babak baru bagi ketiga negara dalam upaya memperluas akses pasar internasional dan memperkuat jaringan kerja sama ekonomi global.
Berdasarkan pernyataan bersama yang dirilis Singapura pada Jumat (26/6), para pejabat senior CPTPP akan memulai diskusi persiapan dengan Indonesia, Filipina, dan UEA sebagai bagian dari proses awal menuju keanggotaan.
Baca Juga : Purbaya Perketat Sidak Perusahaan Nakal Terkait Pajak
CPTPP merupakan perjanjian perdagangan bebas yang saat ini beranggotakan 12 negara dan mencakup kawasan Asia-Pasifik serta Amerika.
Perjanjian tersebut awalnya dikembangkan sebagai bagian dari strategi ekonomi Amerika Serikat di kawasan Pasifik. Namun, Washington memutuskan keluar dari kesepakatan pada 2017.
Setelah keluarnya AS, sejumlah negara seperti Jepang, Kanada, Australia, dan Inggris menjadi anggota ekonomi terbesar dalam blok tersebut.
CPTPP dikenal sebagai salah satu perjanjian perdagangan paling komprehensif karena mencakup berbagai aspek, mulai dari pengurangan tarif, akses pasar, investasi, perdagangan digital, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual.
Bagi Indonesia, peluang bergabung dengan CPTPP dapat membuka akses yang lebih luas ke pasar negara-negara anggota yang memiliki nilai perdagangan dan investasi besar.
Keanggotaan juga berpotensi meningkatkan daya saing ekspor nasional melalui pengurangan hambatan perdagangan dan tarif di berbagai sektor.
Selain Indonesia, Filipina dan UEA juga melihat CPTPP sebagai sarana untuk memperluas integrasi ekonomi dengan negara-negara mitra di kawasan Asia-Pasifik.
Meski demikian, proses keanggotaan biasanya memerlukan negosiasi panjang karena calon anggota harus menyesuaikan berbagai regulasi domestik dengan standar yang diterapkan dalam perjanjian tersebut.
Dalam pertemuan virtual para menteri anggota CPTPP, negara-negara anggota juga menegaskan kembali komitmen untuk segera merampungkan proses masuknya Kosta Rika ke dalam blok perdagangan tersebut.
Selain itu, kelompok kerja terkait diminta mempercepat peninjauan terhadap pengajuan keanggotaan Uruguay yang saat ini masih dalam tahap evaluasi.
Langkah ini menunjukkan bahwa CPTPP terus membuka diri terhadap ekspansi anggota baru guna memperkuat pengaruh ekonomi dan jaringan perdagangan internasionalnya.
Baca Juga : Media Asing Soroti Program MBG Prabowo, Ada Apa?
Selain membahas perluasan keanggotaan, para menteri CPTPP juga menyampaikan ketertarikan untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa (UE).
Dalam pernyataan resmi, anggota CPTPP menyebutkan keinginan untuk menjalin “hubungan kerja sama yang konstruktif dan berorientasi ke masa depan” dengan Uni Eropa.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang dialog strategis mengenai perdagangan, investasi, serta berbagai isu ekonomi global lainnya.
Jika proses berjalan lancar, masuknya Indonesia, Filipina, dan UEA akan semakin memperluas cakupan geografis serta pengaruh ekonomi CPTPP, yang saat ini telah menjadi salah satu blok perdagangan paling penting di dunia.
