Trump Klaim Turkiye Nyaris Terlibat Perang Iran-Israel
Sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim bahwa Turkiye sempat berada di ambang keterlibatan dalam konflik yang melibatkan Iran dan Israel.
Menurut Trump, Ankara saat itu dinilai memiliki kecenderungan untuk mendukung Iran dalam perang yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Netanyahu Sempat Disebut Trump “Penipu”, Kenapa?
Dalam keterangannya, Trump menyebut Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan sebagai salah satu pemimpin yang berpotensi masuk ke dalam konflik tersebut.
“Dia (Erdogan) adalah salah satu kandidat utama untuk masuk ke dalam perang bersama Iran, mungkin di pihak Iran, karena dia bukan penggemar besar Israel,” kata Trump.
Trump juga mengklaim telah melakukan intervensi langsung untuk mencegah Turkiye terlibat dalam perang tersebut.
Ia mengatakan telah meminta Erdogan agar tidak membawa negaranya masuk ke dalam konflik dan menyebut permintaan itu dipenuhi oleh Presiden Turkiye.
Selain membahas dinamika konflik Timur Tengah, Trump memastikan dirinya berencana menghadiri pertemuan puncak NATO yang akan digelar di Ankara.
Menurut dia, kehadirannya dalam forum tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Erdogan.
Baca Juga: NATO DItuduh Iran Terlibat Perang AS-Israel, Ada Bukti?
Di sisi lain, Trump juga menanggapi pertanyaan mengenai permintaan Turkiye untuk memperoleh jet tempur F-35 beserta mesin yang dibutuhkan untuk pengembangan pesawat tempur buatan dalam negeri.
Trump mengisyaratkan kemungkinan adanya langkah dari pemerintah AS untuk mengakomodasi permintaan tersebut.
Meski tidak menjelaskan secara rinci bentuk dukungan yang akan diberikan, Trump menyatakan bahwa Washington mungkin akan melakukan sesuatu yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pertahanan Turkiye.
