Mojtaba Khamenei Desak Penangkapan Pemimpin AS-Israel, Ada Apa?
Iran kembali menegaskan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas berbagai kerugian yang dialami negara tersebut dalam konflik beberapa tahun terakhir.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, meminta lembaga peradilan untuk melanjutkan proses hukum terhadap individu dan pihak yang diduga terlibat dalam kejahatan terhadap rakyat Iran selama perang yang terjadi pada Juni 2025 dan Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Mojtaba dalam pesan yang dirilis untuk memperingati Pekan Peradilan Nasional Iran pada Minggu (28/6/2026).
Ia menegaskan bahwa proses hukum harus terus berjalan hingga para pelaku dimintai pertanggungjawaban.
“Para pelaku kejahatan ini harus ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban,” kata Mojtaba.
Menurutnya, kasus tersebut merupakan salah satu dari banyak perkara penting yang perlu ditindaklanjuti secara serius, baik melalui pengadilan dalam negeri maupun mekanisme hukum internasional.
Mojtaba menilai upaya hukum tersebut harus dilakukan secara konsisten hingga putusan dijatuhkan dan pelaksanaannya dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Baca Juga: Iran Kembali Digempur AS, Benarkah Kesepakatan Damai Terancam?
Sebut Pernyataan Pejabat AS dan Israel Bisa Jadi Bukti
Dalam pesannya, Mojtaba menyebut sejumlah peristiwa yang menurut Iran perlu menjadi bagian dari proses hukum.
Ia menyinggung dugaan pembunuhan anak-anak di Minab dan Lamerd, serangan terhadap fasilitas kesehatan dan layanan publik, pembunuhan Ali Khamenei, serta berbagai kerugian fisik, psikologis, material, dan spiritual yang dialami rakyat Iran.
Mojtaba juga menilai pernyataan sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel dapat menjadi salah satu unsur yang memperkuat proses hukum.
Menurut dia, sejumlah pernyataan tersebut menunjukkan pengakuan atau bahkan kebanggaan atas tindakan yang dipersoalkan oleh Iran.
Ia berpendapat bahwa pernyataan tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menuntut pemulihan hak-hak rakyat Iran yang dinilai telah dilanggar.
Tekankan Pentingnya Reformasi Peradilan
Selain membahas dugaan kejahatan perang, Mojtaba juga menyoroti peran lembaga peradilan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tugas utama sistem peradilan adalah melindungi hak-hak warga negara, memberantas korupsi, menegakkan hukum, serta menjaga kebebasan yang sah sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, reformasi internal lembaga peradilan perlu terus dilakukan agar dapat meningkatkan efektivitas kerja institusi negara secara keseluruhan.
Mojtaba berharap masyarakat memandang pengadilan sebagai tempat untuk mencari keadilan, tanpa adanya pengaruh kepentingan politik maupun hubungan pribadi.
Baca Juga: Krisis Amunisi Diperkirakan Berlanjut, Stok Senjata AS Menipis
Minta Pelaku Dugaan Kejahatan Segera Diadili
Pada bagian akhir pesannya, Mojtaba kembali menegaskan bahwa pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas dugaan kejahatan terhadap Iran dan para pemimpinnya harus diidentifikasi dan diproses sesuai hukum.
Ia menilai upaya penegakan hukum tersebut penting untuk memastikan keadilan dapat ditegakkan.
Mojtaba juga menyampaikan keyakinannya bahwa melalui ketekunan, reformasi kelembagaan, dan kepatuhan terhadap supremasi hukum, proses pencarian keadilan pada akhirnya dapat membuahkan hasil.
