Putin Akui Rusia Alami Kelangkaan BBM, Seberapa Parah Dampaknya?
Rusia untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui adanya gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah berlanjutnya konflik dengan Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan yang menyasar fasilitas energi negaranya telah menimbulkan berbagai persoalan, termasuk kelangkaan pasokan di sejumlah wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika perang Rusia-Ukraina memasuki tahun keempat dan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia terus meningkat.
“Mengenai serangan terhadap infrastruktur penting pada umumnya, dan infrastruktur energi pada khususnya, tentu saja serangan terhadap fasilitas infrastruktur kami ini menimbulkan masalah, itu sudah jelas,” ujar Putin dalam wawancara yang dirilis Kremlin.
Meski mengakui adanya gangguan, Putin menegaskan kondisi tersebut masih dapat dikendalikan oleh pemerintah Rusia.
“Saat ini kita mengamati adanya kelangkaan tertentu, tetapi situasi ini tidak kritikal,” lanjutnya.
Baca Juga: Trump Diserang Joe Biden: Korup, Narsis, dan Pecundang
Dampak serangan Ukraina disebut paling terasa di Crimea, wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014.
Pada Jumat lalu, otoritas setempat menetapkan status darurat menyusul krisis BBM dan pemadaman listrik yang meluas.
Gangguan tersebut dikaitkan dengan kerusakan jaringan logistik dan fasilitas penyimpanan minyak akibat serangan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Putin Janji Jaga Keamanan dan Pasokan Energi
Menanggapi situasi tersebut, Putin mengatakan pemerintah Rusia kini memprioritaskan penguatan sistem pertahanan udara dan pengamanan jalur distribusi energi, terutama menuju Crimea.
Dalam pidatonya di hadapan kongres partai Rusia Bersatu, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga keamanan nasional dan merespons setiap ancaman yang muncul.
“Ya, kami melihat masalahnya, kami menyadarinya dan kami meresponsnya. Namun, kami pasti akan menjamin keamanan negara dan warga negara kami, serta kesucian perbatasan Rusia,” tegas Putin.
Ia juga menyatakan optimistis Rusia mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat konflik yang masih berlangsung.
“Kami tidak ragu akan mampu mengatasi semua tantangan yang kami hadapi saat ini, termasuk serangan teroris di wilayah kami dan fasilitas infrastruktur kami,” tambah Putin.
Baca Juga: Dana Iran Diinginkan Trump untuk Beli Produk Petani AS
Ukraina Klaim Serangan ke Kilang Minyak Rusia
Pernyataan Putin muncul setelah Ukraina mengklaim berhasil melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas energi strategis Rusia.
Salah satu serangan terbaru terjadi di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, yang dilaporkan menewaskan satu orang dan memicu kebakaran di sebuah kilang minyak.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk melemahkan kemampuan militer Rusia.
Melalui unggahannya di media sosial X, Zelensky mengungkap sejumlah fasilitas energi yang disebut berhasil menjadi sasaran serangan pasukan Ukraina.
“Kilang minyak Slavyansk di wilayah Krasnodar berhasil dihantam, jaraknya sekitar 300 kilometer dari garis depan. Kami juga berhasil menjangkau kilang minyak di wilayah Yaroslavl, yang berjarak sekitar 700 kilometer dari perbatasan kami,” tulis Zelensky.
Selain itu, serangan lain yang terjadi pekan lalu juga memicu kebakaran besar di sebuah kilang minyak di tenggara Moskwa.
Asap hitam pekat dari kebakaran tersebut bahkan dilaporkan menyelimuti sebagian wilayah pinggiran ibu kota Rusia.
Bagi Ukraina, serangan terhadap fasilitas energi Rusia merupakan respons atas serangan udara yang selama ini dilakukan Moskwa terhadap wilayah sipil dan infrastruktur energi Ukraina sejak invasi dimulai pada Februari 2022.
