Trump Ingin Dana Iran Dibeli untuk Produk Petani AS
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan rencana pemerintahannya untuk memanfaatkan sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan guna membeli produk pertanian asal Amerika Serikat bagi kebutuhan Iran.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Kamis (25/6/2026), Trump menyebut kebijakan tersebut akan membuka peluang pasar baru bagi sektor pertanian AS yang tengah menghadapi tekanan.
“Kita memiliki pasar baru yang akan datang, yaitu negara yang indah bernama Iran,” kata Trump, sebagaimana dilansir Anadolu.
Trump menjelaskan Iran saat ini mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan. Karena itu, menurutnya, pembelian komoditas seperti gandum, kedelai, dan jagung dari Amerika Serikat dalam jumlah besar akan segera dilakukan.
Baca Juga : Joe Biden Serang Trump Kritik, Sebut Narsis dan Korup
Sebelumnya, melalui unggahan di Truth Social pada Selasa (23/6/2026), Trump juga menyatakan Iran sedang menghadapi krisis kemanusiaan akibat perang.
Ia mengatakan pemerintah AS berencana mencabut pembekuan terhadap sebagian aset Iran agar dana tersebut dapat digunakan untuk membeli bahan pangan dan pasokan medis yang seluruhnya berasal dari Amerika Serikat.
Iran Bantah Klaim Trump
Pernyataan Trump langsung mendapat respons dari pemerintah Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyindir perubahan narasi pemerintah AS. Menurutnya, tujuan perang yang sebelumnya diklaim untuk menghancurkan kemampuan Iran kini berubah menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan petani Amerika.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga membantah klaim Washington bahwa aset Iran yang dicairkan akan digunakan untuk membeli hasil pertanian Amerika.
Melalui unggahannya di platform X, Ghalibaf menyatakan satu-satunya “hasil panen” yang diperoleh Amerika Serikat adalah ketidakpercayaan yang telah mereka bangun sendiri selama puluhan tahun.
Ia juga melontarkan sindiran bahwa Amerika hanya mengekspor kedelai hasil rekayasa genetika (GMO), janji-janji yang tidak ditepati, serta retorika tanpa makna.
Petani AS Masih Hadapi Berbagai Tantangan
Di sisi lain, laporan The Independent menyebut sektor pertanian Amerika Serikat masih menghadapi berbagai tekanan sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025.
Penerapan kebijakan tarif resiprokal disebut mengurangi permintaan ekspor produk pertanian AS sekaligus menekan harga komoditas di pasar internasional.
Akibat kondisi tersebut, pemerintah Amerika pada Desember lalu menggelontorkan paket bantuan senilai 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp214 triliun untuk menopang sektor pertanian.
Sebelumnya, petani AS juga sempat terdampak perang dagang dengan China pada masa jabatan pertama Trump.
Situasi semakin rumit ketika penutupan Selat Hormuz pada musim semi mengganggu distribusi pupuk dan minyak, sehingga memicu kelangkaan pasokan di dalam negeri.
Baca Juga : AS Kembali Serang Iran Tanpa Henti Usai Insiden Hormuz
Selain itu, kebijakan deportasi terhadap imigran ilegal turut menimbulkan persoalan bagi sektor pertanian karena banyak tenaga kerja di bidang tersebut berasal dari pekerja migran tanpa dokumen resmi.
Belakangan, pemerintahan Trump mulai melonggarkan kebijakan tersebut dengan memberikan kemudahan dalam perekrutan pekerja migran untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian.
Saat ini, Trump juga tengah mengupayakan tambahan anggaran sebesar 87,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.562 triliun dari Kongres. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung pembiayaan perang dengan Iran sekaligus memberikan bantuan tambahan kepada para petani Amerika Serikat.

[…] Trump Ingin Dana Iran Dibeli untuk Produk Petani AS […]
[…] Trump Ingin Dana Iran Dibeli untuk Produk Petani AS […]
[…] Trump Ingin Dana Iran Dibeli untuk Produk Petani AS […]