Trump Mulai Jauh dari Israel, Netanyahu Tak Diundang Lagi
Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Israel disebut memasuki fase yang semakin dingin, seiring perubahan pendekatan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap sekutu lamanya di Timur Tengah.
Perubahan arah kebijakan Washington terlihat dari peran Wakil Presiden AS J.D. Vance yang menjadi salah satu tokoh utama pendukung kebijakan tersebut. Mengutip Politico, Vance mengingatkan para pejabat Israel agar tidak lagi menganggap dukungan Amerika sebagai sesuatu yang otomatis diberikan.
Baca Juga : Eropa Terancam Krisis Baru, Harga Energi Diprediksi Melonjak
Ia menegaskan bahwa AS tetap merupakan “satu-satunya sekutu kuat” bagi Israel. Namun, menurutnya, hubungan kedua negara “tidak boleh dipandang sebagai jaminan tanpa syarat”.
Tanda-tanda merenggangnya hubungan bilateral juga terlihat dari berkurangnya intensitas komunikasi tingkat tinggi. Berdasarkan laporan Politico, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tercatat lima kali berkunjung ke Washington sepanjang 2025. Namun, pada 2026 ia baru sekali mendatangi Gedung Putih, yakni pada Februari.
Mengutip sumber yang mengetahui pembahasan internal tersebut, Politico menyebut hingga kini belum ada agenda untuk kembali mengundang Netanyahu ke Gedung Putih. Bahkan, komunikasi langsung antara pejabat senior kedua negara dikabarkan semakin jarang dilakukan.
“Yang terburuk belum datang,” kata sumber tersebut.
Laporan tersebut semakin memperkuat indikasi memburuknya hubungan pribadi antara Trump dan Netanyahu. Sebelumnya, Axios melaporkan Trump melontarkan kritik tajam kepada Netanyahu dalam percakapan telepon pada 2 Juni terkait kebijakan di Timur Tengah.
Menurut Axios, Trump mengaku kecewa terhadap sikap Netanyahu dan menyebut pemimpin Israel tersebut sebagai “gila”. Laporan itu juga menyebut Trump kemudian membenarkan bahwa dirinya memang menggunakan istilah “orang gila terkutuk” dalam percakapan tersebut, yang dinilai mencerminkan meningkatnya ketegangan di antara kedua pemimpin.
Baca Juga : AS-Iran Bentrok Saat Damai Dibahas, Apa yang Terjadi?
Apabila laporan tersebut benar, perubahan sikap Washington dapat menjadi salah satu pergeseran terbesar dalam hubungan AS-Israel selama pemerintahan Trump. Selama bertahun-tahun, Israel dikenal sebagai sekutu utama Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Namun, kini prinsip “America First” disebut mulai diterapkan secara konsisten tanpa memberikan perlakuan khusus kepada Israel.
