Antrean SPBU di Bali, Pertamina Ungkap Penyebabnya
Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih terjadi hingga Selasa (13/10/2026). Antrean terpantau di sejumlah SPBU di Kota Denpasar serta Kabupaten Badung dan Buleleng.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan proses pemulihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang masih berlangsung. Di sisi lain, permintaan masyarakat masih melampaui persediaan yang tersedia di SPBU.
“Kondisi saat ini stok di SPBU menuju normal, namun posisi permintaan di masyarakat masih lebih tinggi dari stok yang dimiliki SPBU,” kata Ahad saat dikonfirmasi, Selasa.
Baca Juga : Trump Buka Peluang Bertemu Kim Jong Un di November
Menurut Ahad, pemulihan pasokan membutuhkan waktu karena BBM harus diangkut menggunakan kapal tanker sebelum didistribusikan ke SPBU. Karena itu, proses pengiriman menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan BBM di lapangan.
Untuk mengurangi antrean kendaraan, Pertamina mempercepat distribusi BBM dengan menyesuaikan pengiriman berdasarkan kebutuhan setiap SPBU. Perusahaan juga mengoptimalkan penyaluran pasokan secara berkelanjutan selama 24 jam.
“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” lanjut dia.
Baca Juga : Houthi Ancam AS Jika Bantu Saudi Perangi Yaman
Sebagai bagian dari upaya tersebut, kapal tanker MT Kalsogun yang mengangkut Pertalite dan Biosolar telah tiba di Fuel Terminal (FT) Sanggaran pada Selasa pagi.
Pertamina menargetkan BBM yang dibawa kapal tersebut mulai disalurkan pada siang hari. Tambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan SPBU yang masih menghadapi tingginya permintaan masyarakat.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok dan mencegah permintaan berlebihan yang berpotensi memperpanjang antrean di SPBU.
