Trump Buka Peluang Bertemu Kim Jong Un pada November
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuka peluang untuk kembali bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Pertemuan tersebut berpotensi berlangsung di sela-sela lawatan Trump ke kawasan Asia yang dijadwalkan pada pertengahan November 2026.
Sinyal tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih mengenai kemungkinan berkomunikasi dengan Kim selama kunjungan diplomatiknya ke Asia.
“Saya mungkin saja bertemu. Itu akan menarik, bukan? Lagipula, saya berhubungan baik dengannya,” ujar Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.
Agenda Kunjungan Trump ke China dan Filipina
Dalam lawatannya kali ini, Trump dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen, China selatan.
Baca Juga : IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi China 2026, India Naik?
Selain China, Trump kemungkinan mengunjungi Manila, Filipina, pada bulan depan. Negara tersebut menjadi tuan rumah sejumlah pertemuan yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN beserta mitra mereka.
Wacana pertemuan Trump dengan Kim Jong Un bukan kali pertama muncul. Pada Agustus lalu, Trump telah menyampaikan harapannya untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara tersebut sebelum akhir tahun. Namun, saat itu ia belum mengungkapkan rincian mengenai kemungkinan pertemuan tersebut.
Trump juga pernah menyampaikan keinginan serupa ketika melakukan kunjungan pertamanya ke Asia pada masa jabatan keduanya, sekitar setahun lalu.
Riwayat Pertemuan Trump dan Kim Jong Un
Trump berulang kali mengungkapkan keinginannya untuk kembali mengadakan pertemuan langsung dengan Kim Jong Un. Selama masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS, keduanya tercatat telah bertemu sebanyak tiga kali.
Baca Juga : Arab Saudi Jadi Sorotan Usai Peringatan Dini Serangan Riyadh
Pertemuan bersejarah pertama berlangsung di Singapura pada 2018. Saat itu, Trump menjadi presiden AS yang sedang menjabat pertama yang bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat mengupayakan denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea.
Pada 2019, Trump dan Kim kembali menggelar dua pertemuan. Namun, rangkaian perundingan itu berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan yang menyelesaikan persoalan nuklir Korea Utara.
Setelah perundingan terhenti, Korea Utara tetap melanjutkan pengembangan persenjataan serta memperkuat kemampuan rudal dan nuklirnya.
Jika pertemuan kembali terwujud pada November mendatang, langkah tersebut berpotensi membuka ruang komunikasi baru antara Washington dan Pyongyang. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian bahwa kedua pemimpin akan benar-benar bertemu dalam rangkaian lawatan Trump ke Asia.
