AS Beberkan Sinyal Kapan Perang Melawan Iran Akan Berakhir
Pejabat pemerintah Amerika Serikat mulai memberikan sinyal bahwa konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran diperkirakan tidak akan berlangsung lama.
Sinyal tersebut menguat setelah sejumlah pejabat kabinet dalam pemerintahan Presiden Donald Trump menyampaikan pandangan optimistis mengenai kemungkinan berakhirnya perang dalam waktu dekat.
Meski Trump sempat mengancam akan meluncurkan serangan tambahan terhadap fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg, para pejabat di Gedung Putih mulai memetakan skenario akhir dari konfrontasi militer tersebut.
Baca Juga: Trump Mengancam akan Serang Pulau Minyak Iran Lagi, Kenapa Bisa?
AS Prediksi Perang Segera Berakhir
Menteri Energi AS Chris Wright menyebut berbagai indikator militer dan ekonomi menunjukkan bahwa konflik kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
“Konflik ini dipastikan akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, bahkan bisa lebih cepat dari itu. Kita akan melihat pemulihan pasokan dan penurunan harga setelahnya,” ujar Wright dalam program televisi “This Week” di ABC.
Menurutnya, salah satu indikator yang mulai terlihat adalah tekanan terhadap harga minyak dunia yang mulai mereda.
Harga minyak mentah global masih berada di sekitar 100 dollar AS per barel setelah penutupan Selat Hormuz, namun tidak melonjak lebih tinggi dari level tersebut.
Trump juga menunjukkan keyakinan bahwa dominasi militer AS menjadi faktor utama yang dapat mempercepat berakhirnya konflik.
Ia menyebut sejumlah infrastruktur penting Iran telah mengalami kerusakan besar akibat serangan udara yang dilakukan oleh pasukan sekutu.
“Kami telah menghancurkan total sebagian besar Pulau Kharg. Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang,” kata Trump kepada NBC News.
Iran Bantah Klaim AS Soal Negosiasi
Di sisi lain, pemerintah Iran langsung membantah klaim dari Washington bahwa Teheran tengah mencari peluang untuk bernegosiasi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan negaranya tidak pernah meminta gencatan senjata maupun pembicaraan damai.
“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap membela diri selama apa pun waktu yang dibutuhkan,” tegas Araqchi dalam program televisi “Face the Nation” di CBS.
Araqchi juga menolak narasi yang menyebut Iran dalam kondisi melemah akibat serangan militer.
Menurutnya, kondisi dalam negeri Iran masih stabil dan pemerintah tidak merasa perlu berkompromi dengan AS di bawah tekanan militer.
“Ini bukan perang demi kelangsungan hidup. Kami stabil dan cukup kuat. Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan orang Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami, dan itu adalah untuk kedua kalinya,” jelas Araqchi.
Baca Juga: Ini Fakta Terbaru Soal Isu Heboh Netanyahu Meninggal
Rencana Koalisi Pengawal Kapal Tanker
Sinyal bahwa konflik menuju akhir juga diiringi rencana pembentukan koalisi internasional untuk mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.
Laporan dari Wall Street Journal menyebut pemerintahan Trump berencana mengumumkan pembentukan koalisi tersebut dalam waktu dekat.
Koalisi itu bertujuan memastikan jalur distribusi energi global kembali normal setelah permusuhan berakhir.
Dari sisi diplomasi, Presiden Emmanuel Macron juga mendorong agar stabilitas kawasan segera dipulihkan.
Dalam komunikasinya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Macron menekankan pentingnya penghentian serangan agar perdagangan internasional tidak terganggu.
“Saya mendesak restorasi kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan penghentian segera serangan terhadap negara-negara di wilayah tersebut, baik secara langsung maupun melalui proksi,” tulis Macron dalam unggahan di media sosial X.
Meski demikian, hingga saat ini eskalasi konflik masih terjadi di lapangan. Garda Revolusi Iran dilaporkan meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke pangkalan militer AS.
Namun Washington tetap mempertahankan proyeksi bahwa konflik tersebut sedang menuju fase akhir dan diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat.
Baca Juga: Serangan Balasan Iran: Arab Saudi Digempur 60 Drone

[…] Baca Juga : AS Beberkan Sinyal Kapan Perang dengan Iran Berakhir! […]