AS Gempur Iran Lagi, Trump Balas Tewasnya Tentara AS
Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada Minggu (19/7/2026), menyusul tewasnya dua personel militer AS di Yordania dan hilangnya satu prajurit lainnya akibat serangan Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan operasi militer tersebut dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump.
“Serangan-serangan tersebut dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania tadi malam,” demikian pernyataan tersebut, tanpa memberikan detail lebih lanjut, dikutip dari Reuters.
Baca Juga : Ikut Serahkan Trofi, Trump Hadir di Final Piala Dunia
Media Iran, Mehr, melaporkan bahwa serangan AS menyasar wilayah dekat Sirik di Iran bagian selatan. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat serangan tersebut.
Dua Tentara AS Tewas di Yordania
Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat setelah kesepakatan gencatan senjata sementara yang tercapai sekitar sebulan lalu runtuh.
CENTCOM mengungkapkan dua personel militer AS tewas pada Jumat (17/7/2026) setelah rudal dan drone Iran menghantam wilayah Yordania.
Dengan insiden tersebut, jumlah personel militer Amerika yang gugur sejak konflik dimulai bertambah menjadi 16 orang, sementara lebih dari 420 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
“Pengorbanan mereka hanya memperkuat tekad kita,” tulis Menteri Pertehanan AS, Pete Hegseth di X.
Iran Serang Negara-Negara Teluk
Iran juga meningkatkan serangannya ke sejumlah negara sekutu AS di kawasan Teluk dan Yordania sebagai respons atas operasi militer Amerika yang sebelumnya menyasar jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur penting di Iran.
Pada Sabtu (18/7/2026), Iran melancarkan serangan besar ke Kuwait. Militer Kuwait menyatakan berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone yang diluncurkan Teheran.
Meski demikian, beberapa petugas pemadam kebakaran serta pekerja sektor minyak dilaporkan mengalami luka saat menangani dampak serangan.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menyerang pusat dukungan militer AS di Kamp Arifjan, Kuwait, serta menghancurkan fasilitas radar di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Perusahaan Minyak Kuwait juga menyampaikan bahwa salah satu fasilitas produksinya terkena serangan berulang yang mengakibatkan kerusakan cukup besar dan menyebabkan sejumlah korban luka.
Selain Kuwait, IRGC menyebut telah menyerang target di Bahrain, termasuk area yang menjadi lokasi berkumpulnya pesawat tempur AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa serta sebuah pusat data intelijen.
IRGC juga mengklaim berhasil menghancurkan sedikitnya dua jet tempur AS dan tiga pesawat lainnya dalam serangan rudal serta drone yang menyasar pangkalan militer Amerika di Al Azraq, Yordania, pada Sabtu pagi.
Baca Juga : Wapres AS Tuduh Pejabat Israel Manipulasi Opini AS
Sementara itu, sistem peringatan dini Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada warga di wilayah Al-Kharj dan Yanbu agar segera mencari tempat perlindungan.
Al-Kharj yang berada di timur Riyadh merupakan lokasi pangkalan militer yang menampung pasukan AS, sedangkan Yanbu di pesisir Laut Merah menjadi salah satu terminal utama ekspor minyak Arab Saudi.
