Trump Ingin AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Tanpa Kanada
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keinginannya agar negaranya kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia, namun tanpa melibatkan Kanada dan Meksiko sebagai negara penyelenggara bersama.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri resepsi Piala Dunia FIFA di Trump Tower, New York, pada Jumat (17/7/2026), menjelang laga final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina yang dijadwalkan berlangsung Minggu (19/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Trump mendorong FIFA agar kembali menunjuk Amerika Serikat sebagai penyelenggara turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Baca Juga : Arab Saudi Borong Senjata AS hingga Puluhan Triliun
“Anda harus memilih AS lagi,” kata presiden pada resepsi di Trump Tower, New York, dikutip dari Politico.
“Kali ini kita akan mengesampingkan Kanada dan Meksiko,” sambungnya.
Saat ini, peluang terdekat yang masih terbuka untuk proses pencalonan adalah Piala Dunia 2038. Sebelumnya, FIFA telah menetapkan enam negara sebagai tuan rumah edisi 2030, yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan laga pembuka digelar di Argentina, Paraguay, serta Uruguay untuk memperingati 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia. Sementara itu, Arab Saudi telah dipilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034.
Trump Sebut Opsi AS-China Jadi Tuan Rumah Bersama
Dalam pidatonya, Trump juga mengungkapkan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengusulkan kemungkinan Amerika Serikat dan China menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia di masa mendatang.
Dengan nada bercanda, Trump mengatakan para pemain akan menikmati perjalanan antar lokasi pertandingan.
“Menikmati penerbangan singkat yang menyenangkan di antara pertandingan.”
Proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia sendiri dilakukan beberapa tahun sebelum turnamen berlangsung. Persaingan untuk edisi 2038 diperkirakan akan berlangsung ketat, meskipun Trump secara terbuka menunjukkan dukungannya agar AS kembali dipercaya menjadi penyelenggara.
Sesuai rotasi FIFA, kawasan yang baru saja menjadi tuan rumah tidak dapat mengajukan diri kembali dalam waktu dekat. Dengan demikian, negara-negara dari Amerika Utara dan Oseania diperkirakan memenuhi syarat untuk ikut bersaing menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038.
Trump Singgung Kartu Merah Balogun
Dalam acara tersebut, Trump juga menyinggung keterlibatannya dalam polemik kartu merah yang diterima penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat menghadapi Bosnia Herzegovina.
Baca Juga : Iran Pasang Papan Reklame Peti Mati Trump, Beri Pesan Menggemparkan
Trump mengaku sempat menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan terhadap keputusan wasit. Balogun sebelumnya menerima kartu merah yang seharusnya berujung pada larangan bermain satu pertandingan.
Namun, FIFA kemudian mencabut sanksi tersebut sehingga Balogun tetap bisa tampil saat menghadapi Belgia. Keputusan itu menuai sorotan dan kritik dari berbagai pihak karena dinilai tidak lazim.
Trump pun memuji langkah yang diambil Infantino terkait keputusan tersebut.
“Anda membuat keputusan hebat lainnya. Anda tidak akan pernah mendapatkan pujian untuk itu,” ujar Trump, saat kepala FIFA berdiri di sebelahnya.
