AS Klaim Hantam 140 Target Iran, Hormuz Masih Ditutup
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) mengklaim telah menyelesaikan gelombang ketiga serangan terhadap Iran pada Minggu (12/7/2026). Operasi tersebut disebut sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal berbendera Siprus yang melintas di Selat Hormuz.
“Pasukan AS telah menyerang 140 target militer, termasuk lokasi rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai,” bunyi pernyataan Centcom, dikutip dari Al Jazeera.
Baca Juga : AS Kembali Serang Iran Setelah Penutupan Selat Hormuz
Centcom menyatakan, lebih dari 300 target militer telah dihantam selama tiga malam berturut-turut dalam sepekan terakhir. Operasi itu diklaim bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil serta kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Selain itu, militer AS mengungkapkan telah mengawal lebih dari 800 kapal komersial sejak awal Mei. Kapal-kapal tersebut mengangkut sekitar 400 juta barel minyak dan berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran Klaim Serang Fasilitas AS di Negara-Negara Teluk
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan ke pusat dukungan logistik dan fasilitas pengisian bahan bakar yang digunakan kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm, Oman.
Melalui pernyataan yang disampaikan kepada IRIB, IRGC menyebut fasilitas tersebut berhasil dihancurkan. Teheran menyatakan serangan ke Oman merupakan fase ketiga dari operasi balasan terhadap pemboman yang dilakukan Amerika Serikat.
Selain Oman, Iran juga diklaim menargetkan wilayah Kuwait dan Qatar.
Staf Umum Angkatan Darat Kuwait mengonfirmasi bahwa pasukannya sedang menghadapi serangan udara yang memasuki wilayah negaranya. Dalam unggahan di X, militer Kuwait menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan tersebut.
“Semua orang diminta untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang yang berwenang,” tambah pernyataan itu.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Qatar kembali menaikkan tingkat ancaman keamanan ke level tinggi untuk kedua kalinya pada hari yang sama. Pemerintah juga meminta seluruh warga tetap berada di rumah atau mencari lokasi yang aman.
Iran Tutup Selat Hormuz
Sebelumnya, Angkatan Laut IRGC mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan.
Baca Juga : Mojtaba Janji Bakal Balas Kematian Khamenei
Melalui pernyataan yang disiarkan lembaga penyiaran negara IRIB, IRGC menegaskan bahwa campur tangan asing maupun upaya menetapkan jalur pelayaran yang dianggap ilegal akan ditindak tegas.
Iran juga memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan dari Amerika Serikat terkait kebijakan penutupan Selat Hormuz akan mendapat balasan keras.
Menurut IRGC, sejumlah kapal diberikan tembakan peringatan setelah mematikan sistem identifikasi dan berlayar di luar rute yang telah ditetapkan Iran. Beberapa kapal disebut mengabaikan peringatan tersebut sehingga dipaksa kembali ke jalur yang disetujui.
Penutupan Selat Hormuz dilakukan setelah insiden penyerangan terhadap tiga kapal tanker komersial pada awal pekan yang memicu baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat.
Angkatan Laut IRGC menegaskan tidak akan mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz hingga campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan benar-benar berakhir.

[…] AS Klaim Hantam 140 Target Iran, Hormuz Masih Ditutup […]