Bahaya Ancaman Putusnya Kabel Bawah Laut Selat Hormuz
Selat Hormuz menjadi salah satu titik konflik antara AS-Israel melawan Iran. Selama ini, Selat Hormuz dikenal sebagai jalur utama distribusi energi dunia, karena sekitar 20% pasokan minyak global melewati kawasan tersebut setiap harinya.
Tidak hanya berperan strategis dalam sektor energi, terdapat ancaman yang menghantui yaitu keberadaan jaringan kabel serat optik di bawah laut yang menunjang komunikasi digital global.
Pakar dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP), Hamidin, menegaskan bahwa kabel bawah laut memiliki fungsi vital sebagai infrastruktur utama pertukaran data dunia.
Baca Juga : Laporan Intelijen AS Bikin Heboh, Kehidupan Mojtaba Khamenei Terbongkar?
Lebih dari 95% trafik data internasional ternyata tidak bergantung pada satelit, melainkan mengalir melalui kabel serat optik yang terbentang di dasar laut. Infrastruktur ini menghubungkan berbagai benua, pusat keuangan global, hingga sistem komunikasi strategis antarnegara.
Di kawasan Teluk, sejumlah jaringan kabel penting melintasi atau terhubung di sekitar Selat Hormuz. Di antaranya adalah FALCON (Fibre Optic Link Around the Globe) yang menghubungkan negara-negara Teluk dengan India dan Eropa, Europe India Gateway (EIG), serta Gulf Bridge International (GBI) yang dirancang dalam bentuk cincin sebagai jalur alternatif.
Kabel-kabel tersebut memiliki kapasitas transmisi data yang sangat besar, dan menjadi tulang punggung operasional berbagai sektor penting, mulai dari perbankan internasional, industri energi, pusat data global, hingga komunikasi militer.
Meski begitu, kondisi geografis Selat Hormuz yang relatif dangkal, sekitar 50 hingga 100 meter, membuat jaringan kabel di kawasan ini lebih rentan terhadap kerusakan. Aktivitas kapal, jangkar, penangkapan ikan, hingga eskalasi konflik geopolitik dapat memicu kerusakan kabel bawah laut ini.
Dalam situasi yang memanas ini, kabel bawah laut dapat dijadikan target strategis untuk peperangan modern. Serangan terhadap infrastruktur ini dapat melumpuhkan sistem ekonomi. dan keamanan tanpa harus melibatkan konfrontasi militer secara langsung.
Gangguan pada jaringan kabel bawah laut tidak hanya berdampak pada koneksi internet, tetapi juga berpotensi menghambat transaksi keuangan global, pasar modal, distribusi logistik, hingga sistem komunikasi pertahanan.
Meskipun satelit dapat menjadi alternatif, kapasitasnya jauh lebih terbatas dibandingkan kabel bawah laut. Oleh karena itu, jika terjadi gangguan besar, dunia mungkin tidak sepenuhnya terputus dari jaringan digital, tetapi akan mengalami perlambatan yang signifikan secara global.
Baca Juga : Konflik Timur Tengah Bikin Proyek Kabel 2Africa Meta Tertunda

[…] Bahaya Ancaman Putusnya Kabel Bawah Laut Selat Hormuz […]