Beberapa Ibu Negara Glamour Berakhir di Pengadilan, Siapa Saja?
Kehidupan istri kepala negara kerap menjadi sorotan publik, bukan hanya karena perannya sebagai pendamping pemimpin, tetapi juga karena gaya hidup, penampilan, dan pengaruhnya di balik kekuasaan. Di sejumlah negara, sorotan tersebut berubah menjadi kontroversi ketika kemewahan yang ditampilkan berujung pada persoalan hukum serius.
Dalam beberapa kasus, gaya hidup glamor para ibu negara bahkan menyeret mereka ke meja hijau. Tuduhan korupsi, penyalahgunaan wewenang, hingga penipuan membuat sejumlah istri kepala negara harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan. Berikut daftar ibu negara bergaya hidup mewah yang berakhir menghadapi proses hukum.
Baca Juga: AS Kejar Kapal Minyak Venezuela, Ketegangan Memuncak
Daftar Ibu Negara Glamour yang Berakhir di Pengadilan
Berikut ini daftar sejumlah ibu negara di dunia yang berakhir dengan jeratan kasus hukum:
1. Kim Keon Hee
Pertama, Kim Keon Hee merupakan istri mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. Setelah sang suami dimakzulkan dan dicopot dari jabatan presiden, Kim juga terseret kasus hukum serius. Ia ditangkap dan diperiksa atas tuduhan manipulasi serta korupsi, termasuk dugaan kolusi dengan Gereja Unifikasi. Jaksa menilai Kim telah menempatkan dirinya di atas hukum dan melanggar prinsip pemisahan agama dan negara. Kim yang dikenal berpenampilan bak bintang K-Pop itu akhirnya divonis 15 tahun penjara dan denda dua miliar won. Sebelum menjadi ibu negara, Kim dikenal sebagai pengusaha seni dengan gaya hidup modis dan glamor.
2. Imelda Marcos
Nama Imelda Marcos identik dengan kemewahan ekstrem di tengah kemiskinan rakyat Filipina. Istri mantan Presiden Ferdinand Marcos ini dikenal luas sebagai kolektor sepatu, tas, perhiasan, dan aset mewah bernilai fantastis. Kejatuhan rezim Marcos pada 1986 menyeret Imelda ke pengadilan. Pengadilan antikorupsi Filipina menjatuhkan vonis total 77 tahun penjara atas berbagai kasus korupsi, termasuk penyalahgunaan rekening rahasia di Swiss. Dana negara ratusan juta dollar AS disebut dialihkan selama masa kekuasaan keluarga Marcos.
3. Rosmah Mansor
Rosmah Mansor, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, kerap dijuluki “Imelda Marcos dari Malaysia”. Ia dikenal dengan koleksi tas Hermes dan perhiasan bernilai tinggi. Rosmah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda besar setelah terbukti menerima suap ratusan juta ringgit terkait proyek penyediaan energi untuk sekolah-sekolah pedesaan. Kasusnya menambah daftar panjang skandal korupsi terbesar dalam sejarah Malaysia.
Baca Juga: Jelang Natal, Terjadi Pemadaman Massal di San Francisco
4. Sara Netanyahu
Selanjutnya, Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, juga terseret kasus hukum. Ia didakwa menyalahgunakan dana negara untuk membiayai konsumsi pribadi, termasuk pemesanan makanan mahal dari restoran. Sara akhirnya didenda dan diwajibkan mengembalikan dana negara yang digunakan. Gaya hidup mewahnya kerap memicu kemarahan publik, bahkan pernah membuatnya terjebak di salon rambut saat demonstrasi besar terjadi di Tel Aviv.
5. Grace Mugabe
Terakhir, Grace Ntombizodwa Mugabe adalah istri dari mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dan dikenal luas sebagai salah satu ibu negara dengan gaya hidup paling glamor di Afrika. Julukan “Gucci Grace” dan “The First Shopper” melekat kuat padanya karena kebiasaannya berbelanja barang-barang mewah di tengah krisis ekonomi parah yang melanda Zimbabwe.
Saat sebagian besar warga negaranya hidup di bawah garis kemiskinan akibat hiperinflasi dan kelangkaan kebutuhan pokok, Grace disebut pernah menghabiskan sekitar Rp 1,3 miliar hanya untuk berbelanja saat berlibur di Paris pada 2003. Ia juga diketahui memiliki portofolio properti bernilai jutaan pound sterling serta armada mobil mewah.
Dokumen pengadilan mencatat, pada 2015 Grace membayar uang muka untuk pengiriman cincin berlian “setidaknya 100 karat” sebagai hadiah ulang tahun pernikahan. Perselisihan muncul ketika perhiasan yang diterimanya dinilai jauh lebih rendah dari yang dijanjikan. Dua tahun kemudian, pada 2017, Grace kembali berurusan dengan hukum setelah didakwa melakukan penyerangan terhadap seorang model di Afrika Selatan.
Di tahun yang sama, kudeta militer menggulingkan kekuasaan Robert Mugabe. Grace dan suaminya kemudian ditempatkan dalam tahanan rumah di kompleks Blue Roof, Harare, sebuah kediaman mewah dengan 25 kamar tidur yang nilainya diperkirakan mencapai 10 juta dollar AS atau sekitar Rp 143 miliar.
Walaupun begitu, Grace Mugabe tidak pernah menjalani hukuman pidana atas perbuatannya meski berkali-kali terseret kontroversi dan kasus hukum.
