Bos Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Israel Jadi Sorotan
Pemimpin baru Hamas, Khalil al-Hayya, memaparkan enam agenda utama yang akan menjadi arah perjuangan kelompok tersebut setelah dirinya resmi menjabat. Fokus paling utama adalah menghentikan seluruh operasi militer Israel di Jalur Gaza serta memastikan penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Dalam pidato perdananya yang disiarkan melalui televisi usai menjabat sebagai kepala biro politik Hamas, Hayya meminta negara-negara mediator untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Israel agar menjalankan kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati dan melanjutkan proses ke tahap berikutnya.
Selain mendorong penghentian perang, Hayya menegaskan bahwa Hamas juga berupaya memulihkan kehidupan masyarakat Gaza.
Baca Juga : Airlangga Genjot Investasi, KEK Batang Dipacu Jadi New Shenzhen
Ia menyebut prioritas kedua adalah mengembalikan kondisi hidup warga Palestina secara layak, menggagalkan rencana pengungsian, mempercepat proses rekonstruksi Gaza, sekaligus mengupayakan pembebasan para tahanan.
Dorong Persatuan Palestina hingga Tekan Komunitas Internasional
Agenda berikutnya yang disampaikan Hayya adalah memperkuat persatuan politik Palestina melalui dialog nasional. Menurutnya, proses tersebut diperlukan untuk membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, terutama Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dengan landasan yang demokratis dan mengakomodasi berbagai pihak.
Hayya juga menempatkan penguatan hubungan dengan negara-negara Arab dan Muslim sebagai prioritas keempat.
Sementara itu, prioritas kelima difokuskan pada upaya mendorong negara-negara Arab dan Muslim mengambil langkah yang lebih konkret untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel agar menghentikan operasi militernya di Gaza sekaligus mendukung hak-hak rakyat Palestina.
Prioritas terakhir adalah menggalang dukungan komunitas internasional serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna memberikan perlindungan kepada warga Palestina dan meminta pertanggungjawaban pihak yang dianggap bertanggung jawab atas dugaan kejahatan perang.
Baca Juga : Purbaya Bahas Efisiensi MBG Pekan Depan dengan Bos BGN
Sebelumnya, pada Senin, Hamas mengumumkan Khalil al-Hayya sebagai kepala biro politik yang baru menggantikan Yahya Sinwar, yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Rafah, Gaza selatan, pada Oktober 2024.
Konflik bersenjata di Gaza sendiri telah berlangsung sejak Oktober 2023. Perang tersebut mengakibatkan puluhan ribu korban jiwa, ratusan ribu korban luka, serta menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah sebelum gencatan senjata mulai diberlakukan pada Oktober 2025.
