Bos Danantara Nilai Saham Anjlok karena Sudah Terlalu Mahal
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kembali buka suara terkait saham-saham Indonesia marak dijual investor pasar modal domestik maupun asing.
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, saham-saham dengan valuasi tinggi atau sudah terlalu mahal mengalami koreksi usai pengumuman penyesuaian kebijakan free float oleh MSCI yang sempat mengguncang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Baca Juga: Purbaya Sebut IHSG Sebentar Lagi Juga akan Naik
“Memang banyak retail melihat nih banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi (terlalu mahal) mengalami koreksi,” terang Pandu di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Sebaliknya, ia mengatakan bahwa saham-saham yang memiliki fundamental baik kembali diburu oleh para investor. Adapun tercatat investor asing masing melakukan akumulasi pembelian dalam sesi I perdagangan siang ini, Rabu (3/2/2026).
“Kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif. Jadi ini menarik juga kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan Minggu kemarin malah memang sekarang mulai terjadi,” tutur dia.
Ia melanjutkan, Danantara sendiri telah aktif melakukan pembelian saham-saham yang memiliki valuasi menarik.
“Kami bilang memiliki valuasi yang menarik, perusahaan yang baik dengan cash flow yang baik, dan juga dengan fundamental dan likuiditas yang baik. Jadi begitu ya,” pungkas dia.
Baca Juga: Keracunan Hanya 0,0007 Persen, Prabowo Sebut MBG Sukses
