Dana Jumbo! Kanada Suntik Rp 266 Miliar ke RI, Fokus UMKM
Pemerintah Kanada mengumumkan suntikan dana sebesar 22 juta dolar Kanada atau sekitar Rp 266,4 miliar kepada Indonesia untuk mendukung lima inisiatif pembangunan baru.
Program tersebut secara khusus menargetkan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipimpin perempuan, terutama di sektor makanan olahan, agar lebih siap menembus pasar ekspor dan mampu beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, saat kunjungan perdananya ke Jakarta, Rabu (13/1/2026). Langkah ini menegaskan komitmen Kanada dalam memperkuat kemitraan ekonomi jangka panjang dengan Indonesia.
Baca Juga: Penjualan Motor 2025 Hampir Terjun Bebas, Daya Beli Masyarakat Kritis
Kanada Fokus Perkuat UMKM Perempuan dan Ketahanan Iklim
Dalam pernyataannya, Sarai menegaskan bahwa alokasi dana tersebut akan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Saya dengan senang hati mengumumkan lebih dari 22 juta dolar Kanada untuk lima proyek baru yang akan membantu memperkuat kemitraan ekonomi Kanada dan Indonesia,” tutur Sarai.
Ia menjelaskan bahwa proyek-proyek tersebut mencakup dukungan bagi usaha kecil, promosi perdagangan, peningkatan ketahanan iklim melalui organisasi perempuan dan pemuda, serta perlindungan kesehatan ibu dan bayi. Menurut dia, pendekatan ini sejalan dengan prioritas pembangunan inklusif dan berkelanjutan yang menjadi perhatian kedua negara.
Dari total dana tersebut, dua proyek utama akan dijalankan bersama TFO Canada dan Catalyste+ yang secara spesifik menyasar peningkatan kapasitas UMKM perempuan agar lebih kompetitif di pasar global.
Baca Juga: Penyelundup Bombay Ilegal Didesak Hukum Berat Oleh Mentan Amran, Kerugian Tembus Rp 135 Triliun
Proyek CRAFTS dan ELEVaTE Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor
Adapun proyek pertama bertajuk Climate Resilient Agri-Food Trade Promotion Support (CRAFTS) memperoleh pendanaan sebesar 5 juta dolar Kanada atau sekitar Rp 60,5 miliar untuk jangka waktu enam tahun. Program ini bertujuan mendukung UMKM Indonesia di sektor makanan olahan, khususnya yang dipimpin perempuan, melalui penguatan layanan pendukung perdagangan serta peningkatan akses terhadap teknologi pertanian yang ramah dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Sementara itu, proyek kedua bernama Economic Linkages for Enhanced Value, Trade and Exports (ELEVaTE) juga mendapatkan pendanaan 5 juta dolar Kanada selama enam tahun.
Melalui kerja sama dengan Catalyste+, program ini akan mendukung sekitar 400 UMKM Indonesia agar lebih siap bersaing di pasar ekspor melalui peningkatan kapasitas usaha dan penguatan jejaring perdagangan internasional.
Menurut Sarai, seluruh inisiatif tersebut juga mendukung implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kanada–Indonesia (CEPA).
“Kanada telah berkomitmen menyediakan 25 juta dolar Kanada untuk bantuan teknis dan peningkatan kapasitas guna membantu Indonesia mengimplementasikan CEPA,” kata Sarai.
“Kami menantikan kesepakatan yang bersifat game-changing ini mulai berlaku tahun ini,” lanjut dia.
Baca Juga: Kinerja Disentil! Prabowo Marah BUMN Rugi bagi Tantiem
Selain berfokus pada UMKM, Kanada juga mendanai inisiatif lain yang mencakup penguatan kepemimpinan perempuan dalam aksi iklim, peningkatan ketahanan ekonomi perempuan dan pemuda di wilayah pedesaan, serta peningkatan kualitas layanan kebidanan guna menekan angka kematian ibu.
Sebagai catatan, sejak tahun 2000 Kanada telah menyalurkan lebih dari 1 miliar dolar Kanada atau sekitar Rp 12,1 triliun dalam bentuk bantuan pembangunan resmi kepada Indonesia, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi hijau, pemberdayaan perempuan dan anak perempuan, serta adaptasi perubahan iklim.
