Danantara Akui Sudah Masuk Pasar Modal Desember 2025
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menegaskan bahwa pihaknya telah aktif memasuki pasar modal Indonesia sejak akhir Desember 2025. Langkah tersebut dilakukan jauh sebelum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Pernyataan ini disampaikan Chief Investment Officer (CIO) Danantara untuk meluruskan anggapan bahwa lembaganya baru masuk ke pasar modal saat kondisi pasar sedang tertekan. Menurutnya, aktivitas investasi Danantara telah berjalan lebih awal dan dilakukan secara terencana.
Pandu Sjahrir menjelaskan, bahwa seluruh aktivitas Danantara di pasar modal dilakukan melalui mekanisme profesional dengan menggandeng manajer investasi (MI) yang telah ditunjuk. Ia menegaskan bahwa keputusan investasi yang diambil bersifat murni berdasarkan pertimbangan bisnis tanpa adanya intervensi pihak mana pun.
Baca Juga : Masuk Bursa, Danantara Siap Ramaikan Pasar Saham RI
Sebelumnya, Pandu juga telah menyampaikan bahwa dalam kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan dan likuiditas menurun, Danantara memang memiliki ruang untuk masuk ke saham-saham tertentu secara terukur. Namun, langkah tersebut tetap harus didasarkan pada analisis fundamental serta peluang imbal hasil yang jelas.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama Danantara sebagai lembaga investasi yang berorientasi pada profit. Oleh karena itu, setiap keputusan penempatan dana harus dilakukan secara hati-hati dan profesional, serta menghindari pengambilan risiko yang tidak terukur meskipun terdapat dukungan kelembagaan.
Lebih lanjut, Pandu menekankan pentingnya pemisahan peran yang tegas antara regulator dan pelaku pasar. Menurutnya, kejelasan batas peran ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa sentimen pasar dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi mengalami volatilitas tinggi. Stabilitas pasar, menurutnya, sangat bergantung pada komunikasi yang tepat dari otoritas terkait agar tidak menimbulkan persepsi negatif di kalangan investor institusional internasional.
Kepercayaan investor global, termasuk lembaga-lembaga yang menjadi acuan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), dinilai sangat dipengaruhi oleh transparansi dan konsistensi komunikasi dari regulator pasar modal.
Sebagai tambahan, pada pekan lalu IHSG sempat mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut dipicu oleh keputusan MSCI terkait isu transparansi kepemilikan saham publik (free float), yang menimbulkan tekanan signifikan terhadap pasar modal domestik.
Baca Juga : Aturan Free Float Dilanggar, 38 Perusahaan Dibekukan BEI

[…] Danantara Akui Sudah Masuk Pasar Modal Desember 2025 […]
[…] Danantara Akui Sudah Masuk Pasar Modal Desember 2025 […]