Danantara Kucurkan Rp20 T untuk Proyek Hilirisasi Peternakan Ayam
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), saat ini mulai menginvestasikan dana sejumlah Rp 20 triliun, sebagai program hilirisasi peternakan ayam yang digunakan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis.
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan fase I protek ini telah diluncurkan sejak Jum’at (6/2/2026).
Proyek ini merupakan bagian dari enam proyek hilirisasi strategis lainnya, dengan nilai investasi sekitar US$7 Miliar atau sekitar Rp 117,8 triliun, di mana keseluruhan proyeknya menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Melalui keterangan resminya pada Senin (9/2/2026), Rosan mengatakan, percepatan proyek hilirisasi ini terus dilakukan, agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh ekonomi masyarakat.
Baca Juga : Purbaya Bongkar Modus Kerjasama Pengusaha dan Petugas Pajak
Pemerintah menggambarkan, tambahan produksi bisa mencapai 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun, melalui proyek hilirisasi ayam yang terintegrasi ini. Melalui program ini, diperkirakan terciptanya 1,46 juta lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp 81,5 triliun per tahun.
“Dari sisi sosial, pasokan protein tersebut diharapkan menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG sekaligus berkontribusi menurunkan angka stunting dan kemiskinan,” ulas Rosan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mendukung hal ini, menurutnya hilirisasi ayam merupakan pembangunan ekosistem perunggasan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kementerian pertanian, mendukung secara penuh program hilirisasi sebagai instrumen pemerataan produksi antar wilayah, stabilisasi harga, serta kepastian pasokan daging ayam dan telur, khususnya untuk menopang pelaksanaan MBG secara berkelanjutan.
“Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” kata Agung.
Agung menjelaskan, ekosistem yang dibangun meliputi penguatan pembibitan ayam dari hulu (GPS, PS, FS), pengembangan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, peningkatan kesehatan hewan, pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU), dan cold chain, pengolahan daging serta telur, hingga logistik pemasaran.
Dari aspek pendanaan, pemerintah telah menyiapkan dukungan investasi sebesar Rp20 triliun melalui Danantara. Selain itu, fasilitas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun juga disediakan untuk peternak dan koperasi, termasuk melalui program Koperasi Desa Merah Putih.
Direktur Utama ID Food, Gimoyo, menyatakan bahwa BUMN pangan akan berperan dalam menyerap produksi peternak rakyat sekaligus menjaga stabilitas pasar. Pada tahap awal, program pengembangan difokuskan di enam daerah, yakni Malang, Bone, Gorontalo Utara, Paser, Sumbawa, dan Lampung Selatan, sebagai bagian dari rencana perluasan nasional yang mencakup 30 lokasi.
Baca Juga : Purbaya Klaim Kinerja Ekonomi RI Lampaui China

[…] Danantara Kucurkan Rp20 T untuk Proyek Hilirisasi Peternakan Ayam […]
[…] Danantara Kucurkan Rp20 T untuk Proyek Hilirisasi Peternakan Ayam […]