Danantara Targetkan Investasi Rp1.200 T, DPR Minta Rinciannya
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro meminta penjelasan mengenai target investasi yang dirumuskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebesar Rp1.200 triliun pada 2027.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat konsultasi antara pimpinan DPR, pimpinan Komisi XI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Pejabat Gubernur Bank Indonesia Sementara Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari, serta perwakilan Danantara.
Baca Juga: Utang Whoosh Dialihkan ke Kemenkeu, Bagaimana Skemanya?
Fauzi mengatakan rapat tersebut membahas sejumlah asumsi makro ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pendapatan negara, belanja negara, defisit anggaran, nilai tukar, hingga investasi.
“Apakah itu pertumbuhan, pendapatan negara, belanja negara, defisit 2027 tentang investasi, sehingga target pertumbuhan ekonomi kita bisa 6%,” kata Fauzi.
Menurut Fauzi, pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan Danantara agar target ekonomi 2027 dapat berjalan sesuai rencana. Ia memastikan tidak ada perubahan terhadap asumsi makro dalam APBN 2027.
Dalam rapat tersebut, kehadiran Danantara menjadi perhatian karena lembaga tersebut memiliki target investasi hingga Rp1.200 triliun pada 2027. Fauzi mempertanyakan sumber investasi yang menjadi dasar penyusunan target tersebut.
“Loh, dia (Danantara) kan merumuskan Rp 1.200 triliun. Itu dari mana saja investasinya?” tegas Fauzi.
Ia mengatakan kehadiran Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria diperlukan untuk menjelaskan bagaimana strategi lembaga tersebut dalam mencapai target investasi tersebut.
“Makanya, kehadiran Pak Dony (COO Danantara) untuk memastikan bahwa [target investasi] Rp 1.200 triliun pada 2027,” ujar Fauzi.
Baca Juga: India Mulai Terdesak, Minyak Rusia Direbut China
Fauzi menilai investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh peningkatan investasi agar dapat tercapai.
“Nah ini harus yang dimeetkan (disinkronkan) gitu loh. Jangan sampai pertumbuhan tinggi, investasi standar,” tambahnya.
Ia menjelaskan, Danantara nantinya akan menyusun langkah konkret untuk merealisasikan target investasi Rp1.200 triliun tersebut. Namun, Fauzi belum menjelaskan secara rinci mengenai peta jalan atau strategi yang akan digunakan Danantara untuk mencapai target tersebut.
