Geng Haiti Perluas Teror ke Pedesaan, Warga Jadi Sasaran
Kelompok bersenjata di Haiti mulai memperluas operasi mereka dari ibu kota Port-au-Prince ke wilayah pedesaan. Selain melakukan penculikan, geng-geng tersebut menggunakan berbagai aksi kriminal seperti pencurian ternak dan pemblokiran jalan untuk meneror masyarakat.
Laporan Haiti Observatory dari Global Initiative Against Transnational Organized Crime yang dirilis Senin menunjukkan bahwa pergeseran tersebut bukan sekadar perpindahan aktivitas geng perkotaan ke daerah pedesaan.
Kelompok bersenjata disebut mulai mengubah pola operasinya dengan mengerahkan unit-unit kecil yang dapat bergerak dengan cepat dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Baca Juga : OJK Jatuhkan Sanksi ke 23 Emiten ke Pelaku Pasar Modal
“Unit-unit kecil yang bergerak cepat melakukan serangan mendadak, meneror masyarakat, lalu berpindah antara wilayah persembunyian dan lokasi sasaran,” demikian laporan tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (8/9/2026).
Strategi tersebut memungkinkan geng mempertahankan pengaruh dan mengganggu kehidupan masyarakat tanpa harus menguasai sebuah wilayah secara permanen. Kondisi ini membuat penduduk pedesaan semakin menghadapi risiko kekerasan dan berbagai tindak kriminal.
Salah satu contoh perluasan kekerasan terjadi di Kenscoff, kawasan pegunungan yang berada di luar Port-au-Prince.
Menurut laporan tersebut, serangkaian serangan terbaru di wilayah itu menewaskan puluhan orang dan disertai penculikan dalam jumlah besar. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kekerasan yang sebelumnya banyak terjadi di pusat kota kini semakin menjangkau kawasan pedesaan.
Situasi serupa juga terjadi di Artibonite, salah satu wilayah pertanian utama Haiti.
Di kawasan tersebut, kelompok bersenjata menargetkan masyarakat, jalur transportasi, hingga lahan pertanian. Sementara itu, aparat keamanan menghadapi keterbatasan jumlah personel, perlengkapan, serta pelatihan untuk menghadapi kelompok bersenjata yang memiliki mobilitas tinggi.
Kondisi geografis berupa kawasan pegunungan yang luas juga menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam membatasi pergerakan geng.
Laporan Haiti Observatory menilai pendekatan keamanan saja tidak akan cukup untuk mengatasi ancaman kelompok bersenjata di Haiti.
Upaya penanganan juga perlu mencakup perlindungan terhadap petani, pemulihan perekonomian lokal, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial yang telah berlangsung lama.
Baca Juga : Harga Minyak Dunia Naik, AS Serang Kapal Tanker Iran
“Diperlukan langkah-langkah untuk melindungi petani, memulihkan ekonomi lokal, serta menyelesaikan sengketa lahan dan konflik masyarakat yang telah berlangsung lama,” demikian laporan tersebut.
Langkah tersebut dinilai perlu berjalan bersamaan dengan upaya pelucutan senjata dan reintegrasi anggota geng ke dalam masyarakat.
Dengan semakin luasnya wilayah operasi kelompok bersenjata, ancaman keamanan Haiti kini tidak hanya menjadi persoalan di Port-au-Prince. Masyarakat pedesaan dan sektor pertanian juga semakin terdampak oleh aksi kelompok bersenjata yang menggunakan taktik serangan cepat dan berpindah-pindah.
