Harga Emas Naik-Turun, Kapan Waktu Tepat untuk Membeli?
Perbincangan soal harga emas kerap diperbincangkan masyarakat mendekati Hari Raya atau libur akhir tahun, Sejumlah orang mungkin memiliki dana menganggur dan ingin membeli logam mulia, tetapi ragu karena harga emas dinilai sedang berada di level tinggi. Kondisi ini memicu diskusi tentang apakah lebih baik menunggu harga emas turun atau mengalihkan dana ke instrumen investasi lain.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai instrumen investasi favorit masyarakat, terutama untuk tujuan jangka menengah hingga panjang. Namun, tidak sedikit calon investor yang mencoba mencari “timing” terbaik agar bisa membeli emas saat harganya lebih rendah.
Lantas, kapan sebenarnya harga emas cenderung mengalami penurunan?
Baca Juga: Inflasi Hijau, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Kapan Harga Emas Biasanya Turun?
Perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan bahwa penurunan harga emas kerap terjadi pada periode ketika banyak orang membutuhkan likuiditas secara bersamaan. Dalam situasi tersebut, sebagian pemilik emas cenderung menjual asetnya untuk memenuhi kebutuhan dana, sehingga pasokan emas meningkat dan harga berpotensi melemah.
Menurut Andy, momen musiman seperti Ramadhan, Lebaran, Natal, tahun baru, hingga awal tahun ajaran sekolah sering menjadi periode di mana kebutuhan uang masyarakat meningkat. Selain itu, di wilayah dengan mayoritas masyarakat bekerja di sektor agraris, harga emas juga bisa tertekan saat memasuki masa tanam padi, ketika dana lebih banyak dialihkan untuk kebutuhan produksi.
Sementara itu, Ekonom Universitas Gadjah Mada Eddy Jurnasin menambahkan bahwa harga emas juga cenderung turun ketika kondisi perekonomian sedang membaik. Dalam situasi ekonomi yang stabil dan optimistis, minat investor biasanya bergeser ke aset berisiko lebih tinggi yang menawarkan potensi imbal hasil lebih besar. Akibatnya, permintaan terhadap emas menurun dan harga ikut terkoreksi.
Baca Juga: Panduan Lengkap Memilih dan Beli Dividen Saham, Bagaimana?
Kapan Harga Emas Cenderung Naik?
Di sisi lain, dosen Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai bahwa faktor musiman seperti Lebaran atau pendaftaran sekolah tidak selalu berdampak signifikan terhadap harga emas. Ia menekankan bahwa pasar emas berskala global dan relatif likuid, sehingga pergerakannya lebih banyak dipengaruhi faktor makroekonomi.
Wijayanto menjelaskan, harga emas umumnya menguat ketika kondisi ekonomi global diliputi ketidakpastian. Situasi seperti kenaikan suku bunga, inflasi tinggi, pelemahan nilai tukar, hingga ketegangan geopolitik kerap mendorong investor mencari aset aman, salah satunya emas.
Selain itu, kebijakan bank sentral dunia juga berperan penting. Perubahan strategi cadangan devisa, seperti pengurangan kepemilikan dolar AS dan peningkatan cadangan emas oleh sejumlah bank sentral, dapat mendorong kenaikan harga emas di pasar global.
Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga emas dalam rupiah tidak selalu mencerminkan kenaikan nilai riil, karena bisa dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Artinya, lonjakan harga secara nominal belum tentu sepenuhnya mencerminkan peningkatan nilai emas secara fundamental.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, calon investor diharapkan lebih bijak dalam menentukan waktu membeli emas, tanpa hanya bergantung pada tren musiman semata.
Baca Juga: Cara Aman Simpan Dana Darurat dan Mudah Dicairkan

[…] Baca Juga : Harga Emas Naik Turun, Ini Waktu yang Tepat untuk Membelinya […]
[…] Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Beli Emas yang Kerap Naik-Turun? […]