Houthi Klaim Saudi Lancarkan 40 Serangan di Yaman
Kelompok Houthi mengklaim Arab Saudi melancarkan 40 serangan udara ke sejumlah wilayah di Yaman dalam kurun waktu 24 jam. Serangan tersebut disebut menyasar kawasan barat negara itu dan berlangsung ketika ketegangan antara kedua pihak kembali meningkat.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut serangan dilakukan menggunakan jet tempur F-15 yang diterbangkan dari Pangkalan Udara Khamis Mushait di Arab Saudi. Menurutnya, serangan menghantam wilayah Taiz, Marib, dan Hodeidah.
“Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara menggunakan pesawat F-15 yang lepas landas dari Pangkalan Udara Khamis Mushait, menyasar provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah dalam 24 jam terakhir,” ujar Yahya Saree dalam pernyataan di media sosial, dikutip AFP, Kamis (17/9/2026).
AFP mencatat tidak ada bukti langsung yang disertakan untuk menguatkan klaim tersebut. Houthi juga sebelumnya menyatakan bahwa Saudi telah melancarkan ratusan serangan udara ke wilayah Yaman sepanjang pekan ini.
Baca Juga : Mamdani Tidak Ikut Demo Netanyahu yang Datang ke New York
Di sisi lain, pejabat pemerintahan Yaman yang didukung Riyadh mengakui bahwa pasukan mereka bersama militer Saudi memang melakukan serangan udara terhadap posisi Houthi. Namun, pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi secara langsung mengenai jumlah serangan yang disebutkan Houthi.
Houthi Klaim Balas Serang Yanbu dan Khamis Mushait
Setelah melaporkan serangan udara Saudi, Houthi mengumumkan operasi balasan dengan mengerahkan drone dan rudal ke sejumlah sasaran di Arab Saudi.
Kelompok tersebut mengklaim menargetkan Yanbu, salah satu pelabuhan minyak utama Saudi di pesisir Laut Merah, serta Pangkalan Udara Khamis Mushait di wilayah selatan kerajaan. Namun, Houthi tidak menjelaskan secara rinci kapan serangan tersebut berlangsung.
Yanbu sebelumnya termasuk sejumlah kota Saudi yang mendapatkan peringatan keamanan pada Selasa. Peringatan itu kemudian dinyatakan berakhir di beberapa wilayah, termasuk Yanbu, Jeddah, Abha, Jazan, AlUla, dan Taif.
Eskalasi terbaru terjadi setelah Arab Saudi menuduh Houthi meluncurkan drone menuju wilayah Mekkah. Pertahanan Saudi menyatakan drone tersebut berhasil dihancurkan sebelum memasuki wilayah udara terlarang. Houthi membantah tuduhan tersebut.
Sementara itu, Amerika Serikat memperketat peringatan perjalanan bagi warganya di Arab Saudi. Pegawai pemerintah AS juga dilarang bepergian dalam radius tertentu dari perbatasan Saudi-Yaman.
Houthi Perluas Pengaruh di Pesisir Laut Merah
Konflik terbaru terjadi ketika Houthi dilaporkan memperluas wilayah kekuasaannya di sepanjang pesisir Laut Merah. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok tersebut juga mengklaim menguasai sejumlah titik strategis, termasuk wilayah di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Bab el-Mandeb merupakan jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur ini juga menjadi bagian dari rute perdagangan dan pengiriman energi global. AFP melaporkan Houthi telah menguasai seluruh garis pantai Laut Merah Yaman, termasuk kawasan strategis Bab el-Mandeb.
Perkembangan tersebut menambah tekanan bagi Arab Saudi yang sebelumnya menghadapi gangguan terhadap jalur ekspor minyak akibat konflik di Selat Hormuz.
Konflik Yaman Ancam Pasokan Energi Global
Kembali memanasnya perang di Yaman berpotensi menambah gangguan terhadap pasar energi dunia. Konflik yang melibatkan Houthi dan Arab Saudi berlangsung ketika perang AS-Israel dengan Iran telah menghambat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga : AS Bertemu Houthi, Saudi Pasrah Hadapi Tekanan ke Yaman
Situasi tersebut membuat dua jalur strategis di kawasan Timur Tengah, yakni Hormuz dan Bab el-Mandeb, berada dalam tekanan pada saat yang sama.
Harga minyak mentah Brent pada Rabu (16/9/2026) masih berada di sekitar US$108 per barel. Reuters melaporkan harga Brent kemudian ditutup pada US$104,82 per barel pada Kamis, sementara pasar tetap memperhatikan risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Dengan meningkatnya serangan lintas batas dan gangguan terhadap infrastruktur energi, eskalasi di Yaman kini tidak hanya menjadi persoalan keamanan regional, tetapi juga berpotensi memengaruhi jalur perdagangan serta pasokan energi internasional.

[…] Houthi Klaim Saudi Lancarkan 40 Serangan di Yaman […]