Inggris-AS Uji Torpedo dari Drone Bawah Laut Excalibur
Inggris dan Amerika Serikat (AS) mencatat perkembangan baru dalam teknologi militer setelah berhasil menembakkan torpedo dari kapal bawah laut tanpa awak atau drone. Uji coba tersebut menjadi yang pertama dilakukan dengan metode tersebut dan menunjukkan perkembangan penggunaan sistem tak berawak dalam operasi tempur.
Mengutip Hindustan Times, Selasa (22/09/2026), pemerintah Inggris melalui pernyataan resminya menyebut penembakan langsung dilakukan di perairan Inggris pada pekan lalu. Uji coba tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan AUKUS yang melibatkan Inggris, AS, dan Australia.
Pemerintah Inggris menilai keberhasilan pengujian tersebut menjadi perkembangan penting bagi teknologi kapal selam dan kemampuan bawah laut ketiga negara.
Baca Juga : Bahlil Minta Warga Menengah ke Atas Tidak Beli BBM Subsidi
“Ini memberikan terobosan signifikan bagi keamanan Euro-Atlantik dan keunggulan bawah laut NATO,” tegasnya.
Negara-negara Barat kini terus mengembangkan sistem tempur otonom untuk memperkuat kemampuan pertahanan di tengah meningkatnya perhatian terhadap ancaman dari Rusia dan Iran.
Dalam uji coba tersebut, torpedo kelas berat yang dikembangkan secara bersama oleh AS dan Australia ditembakkan dari drone bawah laut sepanjang 12 meter buatan Inggris bernama Excalibur.
Perkembangan tersebut mendapat perhatian dari Sidharth Kaushal, peneliti senior di lembaga think-tank RUSI. Menurutnya, penggunaan senjata mematikan menunjukkan bahwa teknologi tak berawak mulai memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar pemantauan.
“Penggunaan muatan mematikan menggambarkan bahwa sistem tak berawak dapat memainkan peran yang melampaui pengawasan,” papar Kaushal.
Keberhasilan pengujian ini sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi drone bawah laut mulai diarahkan untuk menjalankan misi yang sebelumnya membutuhkan kapal selam dengan awak.
Pengumuman mengenai perkembangan teknologi militer tersebut disampaikan ketika Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham melakukan perjalanan menuju New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Dalam kunjungan tersebut, Burnham dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan itu menjadi pertemuan tatap muka pertama keduanya sejak Burnham resmi menjabat sebagai pemimpin Inggris pada Juli lalu.
Baca Juga : Trump Desak Ukraina Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia
Pemerintah Inggris mengatakan Burnham juga akan memanfaatkan kunjungannya ke New York untuk mendorong peningkatan kerja sama internasional dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Ia dijadwalkan mengumumkan kemitraan baru dengan AS di bidang AI dan teknologi otonom. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu Inggris memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur nasional yang dianggap penting, mulai dari jalur perairan hingga wilayah udara.
“Pekan ini saya akan menyampaikan argumen untuk kerja sama internasional yang lebih erat mengenai AI, perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina, dan upaya baru untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah karena apa yang terjadi di luar negeri berdampak pada kita semua di dalam negeri,” tutur Burnham.
Selain agenda tersebut, Burnham juga mengonfirmasi kesiapan Inggris menjadi tuan rumah KTT G20 pada November 2027.
Pertemuan negara-negara ekonomi utama dunia itu direncanakan berlangsung di Manchester, kota di wilayah barat laut Inggris.
