Investasi Tekstil Lari ke Vietnam dan Kamboja, Indonesia Kian Tertinggal
Persaingan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di kawasan Asia Tenggara semakin ketat. Indonesia kini tidak hanya bersaing dengan negara tradisional seperti Vietnam, tetapi juga menghadapi pesaing baru yang agresif seperti Kamboja dan Laos.
Dalam perebutan investasi global, perbedaan struktur biaya dan kepastian kebijakan menjadi faktor penentu utama bagi investor dalam memilih negara tujuan.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja menjelaskan bahwa Indonesia di ASEAN harus bersaing dengan Vietnam, Bangladesh, Kamboja, dan Laos, sementara di luar ASEAN ada pesaing seperti Bangladesh dan India.
Para investor secara khusus membandingkan ongkos produksi per potong (ongkos jahit per piece) di setiap negara.
Jemmy menyoroti bahwa lonjakan ekspor TPT di negara-negara seperti Kamboja, Vietnam, dan Laos terutama didorong oleh investasi langsung asing (FDI) skala besar, dengan mayoritas investor berasal dari Tiongkok.
Baca Juga: Industri Tekstil dan Produk Tekstil: Peluang dan Tantangan Menuju Kompetisi Global – Economix
Indonesia sebenarnya sempat masuk dalam radar investor tersebut, tetapi dalam praktiknya, arus investasi justru lebih deras mengalir ke negara lain dalam lima tahun terakhir, terutama ke Vietnam dan Kamboja.
“Kenapa mereka banyak datang ke Vietnam, Bangladesh, Myanmar, Laos? Ya, sebetulnya mereka ada yang mencoba masuk ke Indonesia. Tapi kita lihat dalam waktu rentang lima tahun terakhir, itu derasnya di negara-negara Vietnam dan Kamboja,” kata Jemmy dikutip pada Selasa (23/12/2025).
Menurut Jemmy, keputusan investor sangat ditentukan oleh faktor kepastian, termasuk dalam hal kebijakan seperti kenaikan upah minimum.
Ketidakpastian regulasi, misalnya dalam formula penyesuaian upah minimum yang memberikan rentang parameter (alfa) antara 0,5 hingga 0,9, dianggap menciptakan sinyal negatif dan membuat investor enggan datang ke Indonesia.
Ia menegaskan bahwa dalam iklim persaingan regional yang ketat, investor cenderung memilih negara dengan aturan yang jelas dan konsisten.
Jemmy akhirnya menyampaikan permohonan kepada para pemangku kebijakan di pemerintah pusat untuk menciptakan iklim investasi dan regulasi yang pro terhadap industri agar Indonesia tidak terus tertinggal.
Baca Juga: 5 Pabrik Tekstil Tutup Tahun Ini, Industri Terpuruk – Economix

[…] Baca Juga : Indonesia Tertinggal, Investasi Tekstil Lari ke Vietnam dan Kamboja […]
[…] Baca Juga: Investasi Tekstil Lari ke Vietnam dan Kamboja, Indonesia Kian Tertinggal – Economix […]