Iran Desak PBB Bebaskan Kapal yang Disita dari AS
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeed Iravani, secara resmi meminta badan dunia tersebut mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan kapal kargo Iran beserta seluruh awaknya tanpa syarat.
Permintaan itu disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, serta Presiden Dewan Keamanan PBB, pada Selasa (21/4) waktu setempat. Dalam surat tersebut, Iravani meminta perhatian mendesak atas dugaan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk tindakan terhadap kapal dagang Iran.
Baca Juga : Trump Umumkan Perpanjang Gencatan Senjata, Militer AS Tetap Siaga
Iravani juga menguraikan kronologi insiden yang melibatkan kapal dagang Touska. Ia menegaskan bahwa kapal tersebut disita oleh pasukan Amerika di perairan Laut Oman, tidak jauh dari wilayah pesisir Iran, yang menurutnya merupakan tindakan bermusuhan dan tidak sah secara hukum.
“Serangan ini melibatkan paksaan, intimidasi, dan membahayakan nyawa awak kapal dan keluarga mereka secara sembrono,” tambahnya, dilansir media Iran, Press TV, Rabu (22/4/2026).
Dalam surat tersebut, Iravani menegaskan bahwa penyitaan kapal sipil merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip dasar hukum internasional, serta berpotensi mengganggu keamanan pelayaran global.
“Intimidasi yang disengaja dan teror psikologis yang ditimpakan kepada awak kapal dan keluarga mereka semakin memperparah tindakan ini. Perilaku tersebut sama dengan pembajakan maritim dan merupakan eskalasi berbahaya yang sangat mengancam keselamatan dan keamanan jalur pelayaran vital,” ujar Dubes Iran tersebut dalam surat tersebut.
Ia juga menilai bahwa tindakan penyitaan tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk agresi, sebagaimana diatur dalam resolusi Majelis Umum PBB. Selain itu, langkah tersebut disebut melanggar gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan Presiden AS, Donald Trump, pada 7 April.
Baca Juga : Sepakat! Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang Tanpa Batas Waktu!
“Tindakan ini menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional, yang semakin memperburuk situasi yang sudah rapuh,” cetusnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan penyitaan tersebut sebagai bentuk agresi yang dikategorikan sebagai tindakan terorisme.
Insiden ini terjadi di tengah berlangsungnya kebijakan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, meskipun kedua negara tengah berada dalam masa gencatan senjata.

[…] Iran Desak PBB Bebaskan Kapal yang Disita dari AS […]