Iran Ultimatum AS! Selat Hormuz Bakal Ditutup hingga Blokade Pelabuhan Dicabut
Amerika Serikat dan Iran masih terlibat tarik ulur terkait pembukaan Selat Hormuz di tengah proses negosiasi damai yang belum mencapai titik akhir.
Iran menegaskan jalur strategis tersebut tidak akan kembali dibuka sebelum blokade laut yang dilakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhannya dicabut.
Baca Juga: Trump Kembali Kirim Ultimatum ke Iran: Deal atau Hancur!
Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Negosiasi Disebut Masih Jauh
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengakui adanya perkembangan dalam pembicaraan dengan AS, namun menegaskan kesepakatan final masih belum dekat.
“Kita masih jauh dari diskusi akhir,” ungkap Ghalibaf dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti yang dilansir dari AFP, Minggu (19/4/2026).
Ia menyebut masih banyak perbedaan mendasar yang belum terselesaikan antara kedua pihak, meski negosiasi terus berjalan.
Iran juga memberikan peringatan tegas bahwa pembatasan di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan jika AS tidak mencabut blokade.
“Jika Amerika tidak mencabut blokade, lalu lintas di Selat Hormuz pasti akan terbatas,” ujar dia.
Sebelumnya, Iran sempat membuka kembali selat tersebut setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Langkah itu sempat memicu optimisme pasar global dan menekan harga minyak.
Namun, keputusan AS yang tetap mempertahankan blokade membuat Iran kembali mengambil langkah pengetatan akses di jalur tersebut.
Baca Juga: 9 Update Timur Tengah: AS-Iran Diklaim Hampir Sepakat, Israel-Lebanon Gencatan!
AS Klaim Dialog Positif, tetapi Tetap Tekan Iran
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa komunikasi dengan Iran berjalan positif, meski tetap dibarengi tekanan politik dan militer.
“Kami sedang melakukan percakapan yang sangat baik,” tutur Trump.
Namun, ia juga memperingatkan Iran agar tidak mencoba memanfaatkan situasi untuk menekan Washington.
Trump menegaskan bahwa AS akan tetap bersikap tegas dalam negosiasi yang berlangsung.
Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan kesiapan militernya dalam menghadapi kemungkinan eskalasi konflik.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih terbuka, ketegangan antara kedua negara tetap tinggi dan berpotensi mempengaruhi stabilitas kawasan serta perdagangan energi global.

[…] Iran Ultimatum AS! Selat Hormuz Bakal Ditutup hingga Blokade Pelabuhan Dicabut […]