Israel Masih Menunggu Momentum untuk Serang Iran
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menilai terdapat indikasi kuat bahwa Israel tengah mencari momentum untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Menurutnya, langkah semacam itu berpotensi memperburuk instabilitas kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh.
Dalam keterangannya kepada stasiun televisi NTV, Fidan menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut secara spesifik mengarah pada Israel, bukan Amerika Serikat. Ia menyebut Israel tampak aktif mencari peluang untuk melakukan serangan, sebagaimana dilaporkan media Turkiye Today.
Kekhawatiran tersebut tidak hanya disampaikan ke publik, tetapi juga telah dikomunikasikan secara langsung kepada para pejabat Iran dalam kunjungannya ke Tehran beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga : Kanada Semakin Akrab dengan China, Trump Ancam Tarif 100%
Fidan menekankan bahwa sebagai mitra, Turki merasa perlu menyampaikan realitas yang mungkin tidak menyenangkan demi mencegah eskalasi yang lebih besar.
Pernyataan Fidan sejalan dengan sikap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menegaskan penolakan Ankara terhadap segala bentuk intervensi asing di Iran.
Erdogan menegaskan bahwa Turki memandang stabilitas dan perdamaian Iran sebagai faktor penting bagi keamanan kawasan.
Di sisi lain, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Seorang pejabat senior Iran, dalam pernyataannya kepada Reuters, menegaskan bahwa Tehran akan menganggap setiap serangan dari pihak manapun sebagai bentuk perang total. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya retorika antara Washington dan kepemimpinan Iran.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan armada kapal angkatan laut ke wilayah Teluk dengan Iran sebagai fokus utama.
Pernyataan itu kembali meningkatkan kekhawatiran, setelah sebelumnya Trump sempat melunakkan sikapnya dan tampak menarik diri dari ancaman serangan langsung terhadap Iran di tengah gelombang protes domestik.
Pejabat senior Iran menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Iran akan direspons secara tegas. Ia menyatakan bahwa meskipun Tehran berharap pengerahan militer AS tidak dimaksudkan sebagai konfrontasi terbuka, militer Iran berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi skenario terburuk.
Menurutnya, Iran tidak akan membedakan jenis serangan, baik terbatas maupun terbuka, karena semuanya akan dipandang sebagai agresi menyeluruh yang menuntut balasan maksimal.
Baca Juga : Greenland Jadi Rebutan, Siapa Sebenarnya yang Paling Membutuhkan?
Ia juga menambahkan bahwa kondisi Iran yang terus berada di bawah ancaman militer Amerika Serikat, memaksa negara tersebut memastikan seluruh kemampuan pertahanannya siap digunakan untuk melawan dan menyeimbangkan setiap potensi serangan.
Sementara itu, media Amerika Serikat melaporkan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok kapal tempurnya telah dialihkan dari Laut Cina Selatan menuju Timur Tengah dan diperkirakan tiba di wilayah Teluk dalam waktu dekat.
Pengerahan ini mengingatkan pada langkah serupa yang dilakukan militer AS pada Juni 2024, ketika Washington mengerahkan kekuatan angkatan laut secara besar-besaran untuk mendukung konflik singkat antara Israel dan Iran, sekaligus mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap program nuklir Iran.

[…] Israel Masih Menunggu Momentum untuk Serang Iran […]