KASBI Gelar Demo di DPR, 5.000 Buruh Tuntut Kenaikan Upah
Ribuan buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (6/11/2025).
Ketua Umum KASBI, Sunarno, mengatakan sekitar 5.000 buruh dari berbagai daerah akan ikut dalam aksi ini. Mereka akan melakukan long march dari Flyover Taman Ria Senayan menuju Gedung DPR RI mulai pukul 10.00 pagi.
Aksi ini akan diisi dengan orasi dari Pimpinan Pusat KASBI serta perwakilan daerah yang hadir. Menurut Sunarno, demonstrasi digelar sebagai bentuk protes terhadap kondisi buruh yang disebutnya semakin terpinggirkan akibat sistem kerja yang eksploitatif.
Baca juga: Prabowo Temui Jonan, Bahas Polemik Whoosh?
“Demonstrasi ini dilakukan di tengah penderitaan buruh akibat maraknya informalisasi yang terjadi pada buruh, akibat eksploitasi sistemik melalui upah murah, fleksibilitas kerja sistem outsourcing, kontrak, harian lepas, dan sistem magang,” ujarnya, dikutip dari CNN, Kamis (6/11/2025).
Sunarno juga menyoroti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang terjadi di berbagai sektor akibat dampak krisis ekonomi global. Ia menilai kebijakan ketenagakerjaan saat ini belum berpihak kepada kaum buruh. Dalam aksinya, KASBI membawa sepuluh tuntutan utama kepada pemerintah dan DPR.
Beberapa di antaranya adalah desakan agar pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, menerapkan upah layak nasional, serta menaikkan upah minimum tahun 2026 sedikitnya 15 persen. Mereka juga menuntut penghapusan sistem kerja kontrak, outsourcing, pemagangan yang dinilai eksploitatif, dan skema kemitraan palsu yang menjerat pekerja ojek online.
Selain itu, KASBI meminta pemerintah melindungi hak-hak buruh perempuan, termasuk mendorong ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 tentang Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja. Mereka juga menuntut agar tersedia fasilitas penitipan anak (day care) yang terjangkau dan ruang laktasi di tempat kerja.
Dalam tuntutan lainnya, KASBI menyoroti pentingnya perlindungan bagi buruh sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, pendidikan, dan kesehatan. Mereka juga meminta agar pemerintah menjamin perlindungan bagi buruh migran dan pekerja perikanan melalui ratifikasi Konvensi ILO 188.
“Turunkan harga sembako, BBM, TDL, dan tarif tol. Hentikan represi dan kriminalisasi gerakan rakyat, bebaskan seluruh tahanan aksi,” tegas Sunarno.
KASBI juga menyerukan penghentian blokade ekonomi, perang, dan genosida di Palestina serta mendukung kemerdekaan negara tersebut.
Aksi ini menjadi salah satu bentuk penolakan besar dari kalangan buruh terhadap kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan yang dinilai tidak berpihak pada pekerja. Polisi telah menyiapkan pengamanan di sekitar Gedung DPR untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung.
Baca juga: Kurs Pajak 29 Oktober – 4 November 2025

[…] KASBI Gelar Demo di DPR, 5.000 Buruh Tuntut Kenaikan Upah […]