Prabowo Tanggung Utang Whoosh, Pastikan Proyek Berlanjut
Presiden Prabowo Subianto akhirnya menanggapi polemik terkait tumpukan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa persoalan tersebut dapat diatasi dan memastikan pemerintah akan bertanggung jawab penuh atas penyelesaiannya.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kemampuan untuk mengelola proyek besar, seperti Whoosh, dengan baik, sehingga masyarakat maupun PT KAI tidak perlu khawatir. Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melayani kepentingan rakyat dan menjadi tanggung jawab langsung Presiden Republik Indonesia.
Baca juga: KASBI Gelar Demo di DPR Tuntut Kenaikan Upah
Selain itu, Prabowo juga mengimbau agar polemik ini tidak dijadikan bahan politisasi. Ia menilai ada pihak tertentu yang berupaya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, sehingga ia meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berkembang.
Lebih lanjut, Prabowo menilai bahwa proyek transportasi publik seperti Whoosh tidak seharusnya dinilai berdasarkan untung atau rugi secara finansial. Menurutnya, yang lebih penting adalah sejauh mana proyek tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa prinsip pelayanan publik atau “public service obligations” harus menjadi dasar dalam menilai proyek transportasi umum seperti Whoosh.
Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki total investasi sebesar US$7,2 miliar atau sekitar Rp116,54 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.186 per dolar AS). Jumlah tersebut mencakup pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$1,21 miliar dari nilai investasi awal yang ditetapkan sebesar US$6,05 miliar. Dari total biaya investasi tersebut, sekitar 75 persen bersumber dari pinjaman China Development Bank (CDB), sedangkan sisanya 25 persen berasal dari setoran modal pemegang saham, yakni gabungan BUMN dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 60 persen dan Beijing Yawan HSR Co Ltd sebesar 40 persen.
Dengan pernyataan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yaitu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi simbol kemajuan infrastruktur transportasi nasional. Serta tetap menghimbau masyarakat untuk tidak khawatir tentang hal tersebut.
Baca juga: Prabowo Temui Jonan di tengah Isu Proyek Whoosh

[…] Prabowo Tanggung Utang Whoosh, Pastikan Proyek Berlanjut […]
[…] Prabowo Tanggung Utang Whoosh, Pastikan Proyek Berlanjut […]