Ke Jepang, Prabowo Tawarkan Kerja Sama Kembangkan Energi Nuklir
Presiden Prabowo Subianto mengajak Jepang untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi terbarukan dan energi nuklir, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi di Tokyo.
Ajakan tersebut disampaikan dalam joint press statement di Akasaka Palace, Jepang, pada Senin (31/3/2026).
“Kami juga terbuka untuk kerja sama di bidang energi terbarukan dan energi nuklir,” ungkap Prabowo.
Baca Juga: Impor Minyak 5 Tahun Terakhir Naik, Ini Rinciannya
Selain itu, Presiden juga mendorong kolaborasi dalam pengembangan logam tanah jarang dan mineral kritis sebagai bagian dari penguatan sektor industri strategis.
Ia menegaskan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Jepang, termasuk di bidang pendidikan, pariwisata, dan hubungan antar masyarakat.
“Kami juga mengundang Jepang untuk ikut bersama-sama dalam kooperasi kolaborasi di semua bidang termasuk yang tadi saya sampaikan pendidikan, pariwisata dan people to people programs,” tutur dia.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyambut positif kerja sama pengembangan lapangan gas abadi Blok Masela yang kesepakatannya telah diteken sehari sebelumnya.
“Juga kami menyambut baik perusahaan korporasi Jepang Inpex yang berinvestasi di proyek gas abadi di blok Masela. Kita setelah penundaan yang cukup panjang kita berharap ini bisa segera terwujud,” lanjutnya..
Diketahui, proyek Blok Masela memiliki nilai dasar pengembangan sekitar 20 miliar dollar AS, dengan tambahan sekitar 1 miliar dollar AS untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.
Baca Juga: 160 Ribu Pikap Kopdes Diborong dari 3 Negara, Ini Daftar Mereknya
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut proyek tersebut telah mencapai kepastian besar setelah melalui proses panjang.
“Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total project-nya 20,9 miliar US dollar karena dia tambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu 20 miliar. Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini kemungkinan besar akan nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun (rupiah) lebih,” ungkap Bahlil.

[…] Ke Jepang, Prabowo Tawarkan Kerja Sama Kembangkan Energi Nuklir […]