Perang Makin Panas! Milisi Pro Iran Ancam Jalur Minyak Saudi Jadi Target Serangan
Milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran secara resmi mengumumkan keterlibatan mereka dalam konflik regional pada akhir pekan lalu. Langkah ini meningkatkan ketegangan, dan memunculkan risiko besar terhadap kelancaran distribusi minyak dunia melalui jalur strategis di Laut Merah.
Eskalasi tersebut terjadi di saat Arab Saudi sedang berupaya memindahkan jutaan barel minyak ke pelabuhan Yanbu Port, sebagai jalur alternatif untuk menghindari potensi gangguan di Selat Hormuz.
Richard Bronze, salah satu pimpinan firma riset energi Energy Aspects, memperingatkan bahwa gangguan terhadap arus minyak dari wilayah tersebut dapat memicu kenaikan harga energi global.
Baca Juga : Zulhas Ajak Masyarakat Bersyukur Dipimpin Prabowo di Tengah Krisis!
“Apapun yang membahayakan aliran minyak Saudi keluar dari Laut Merah akan memberikan tekanan kenaikan lebih lanjut pada harga minyak global,” kata Bronze kepada CNN Intenational.
Data dari perusahaan analisis energi Vortexa pada Senin (30/03/2026), menunjukkan bahwa sekitar 4,6 juta barel minyak per hari telah dimuat di pelabuhan Yanbu selama dua pekan terakhir. Angka tersebut meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan rata-rata pengiriman sepanjang 2025.
Namun, masuknya Houthi dalam konflik membuat jalur alternatif tersebut, kini berisiko menjadi sasaran rudal maupun drone.
Keterlibatan resmi kelompok Houthi ditandai dengan peluncuran dua rudal menuju wilayah Israel pada Sabtu (28/03/2026). Sehari sebelumnya, Mohammed Mansour yang menjabat sebagai Wakil Menteri Informasi dalam pemerintahan Houthi, menyampaikan bahwa pemblokiran jalur laut merupakan bagian dari strategi mereka.
“Menutup Selat Bab el-Mandeb adalah pilihan yang layak, dan konsekuensinya akan ditanggung oleh agresor Amerika dan Israel,” ujar Mansour kepada CNN.
Ancaman terhadap jalur pelayaran tersebut langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah jenis Brent crude oil dilaporkan naik sekitar 50% sejak konflik pecah, dan kini berada di kisaran US$110 per barel.
Artem Abramov dari Rystad Energy memperkirakan harga minyak dapat melonjak lebih tinggi apabila jalur strategis di Selat Bab el-Mandeb benar-benar ditutup.
“Penutupan jalur air tersebut hanya akan mematahkan sistem dengan jauh lebih cepat. Bahkan ancaman penutupan Laut Merah saja kemungkinan besar akan membebankan tekanan kenaikan terus-menerus pada asuransi, pengiriman, dan pada akhirnya sebagian besar tolok ukur harga minyak dalam beberapa hari ke depan,” tutur Abramov.
Situasi ini dinilai sangat berisiko bagi kawasan Asia yang sekitar 60% kebutuhan minyaknya berasal dari Timur Tengah. Jika ancaman terhadap jalur pelayaran terus meningkat, kapal tanker kemungkinan harus memutar jalur melalui wilayah Afrika yang membutuhkan waktu lebih lama.
Bronze kembali menegaskan bahwa gangguan terhadap jalur pelayaran akan berdampak besar terhadap stabilitas pasokan minyak di kawasan Asia.
“Jika Houthi mulai mengancam kapal-kapal maka, minimal, ini akan menambah waktu perjalanan selama beberapa minggu ke Asia. Hal itu akan memperdalam krisis pasokan minyak mentah di Asia,” ucap Bronze.
Muyu Xu dari perusahaan analisis energi Kpler, memperkirakan cadangan minyak di kawasan Asia berpotensi mulai menurun pada April mendatang.
Jika jalur Bab el-Mandeb tidak dapat digunakan, Arab Saudi diperkirakan akan lebih memprioritaskan pengiriman minyak ke wilayah Eropa yang jaraknya lebih dekat dibandingkan Asia.
Baca Juga : Usai Bertemu Kaisar Jepang, Prabowo Berhasil Bawa Ratusan T
“Jika mereka tidak bisa mendapatkan minyak mentah Saudi tepat waktu, hal itu hanya akan membuat krisis pasokan jangka pendek mereka menjadi lebih buruk,” kata Xu.
Ia menambahkan bahwa persoalan yang dihadapi saat ini bukan hanya tingginya harga energi, tetapi juga keterbatasan ketersediaan pasokan minyak di pasar global.
“Harga minyak yang tinggi adalah satu masalah, tetapi yang paling penting, mereka tidak bisa mendapatkan minyak yang cukup,” pungkas Xu.

[…] Perang Makin Panas! Milisi Pro Iran Ancam Jalur Minyak Saudi Jadi Target Serangan […]
[…] Perang Makin Panas! Milisi Pro Iran Ancam Jalur Minyak Saudi Jadi Target Serangan […]