Ketegangan China–Jepang Picu 500 Ribu Penerbangan Batal
Ketegangan China-Jepang kembali memanas dan kini mulai memukul sektor ekonomi, khususnya pariwisata. Ratusan ribu penerbangan dari China menuju Jepang dibatalkan hanya dalam hitungan hari setelah Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya.
Skala pembatalan penerbangan China ini disebut mencapai sekitar 500.000 kursi penerbangan, menjadikannya yang terbesar sejak masa awal pandemi Covid-19.
Baca Juga: Ekonomi Siap Meleset sebab Dana Pemerintah di Bank Melejit
Situasi ini dipicu oleh kemarahan pemerintah China setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa serangan China ke Taiwan dapat dikategorikan sebagai “situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang,” sebuah pernyataan yang secara hukum memberi ruang bagi Tokyo untuk merespons secara militer. Pernyataan itu membuat hubungan Jepang dan China kembali memburuk dan memicu reaksi keras dari Beijing.
Dalam upaya meredakan kondisi, Tokyo telah mengirim diplomat senior ke Beijing. Namun, PM Takaichi menolak menarik kembali ucapannya, yang menjadi tuntutan utama dari China.
Sementara itu, Jepang justru memperingatkan warganya di China agar meningkatkan kewaspadaan keamanan. Pemerintah Jepang meminta ekspatriat untuk menghormati kebiasaan lokal dan berhati-hati saat berinteraksi dengan penduduk setempat, mengingat meningkatnya sentimen anti-Jepang di media-media Tiongkok.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyampaikan bahwa imbauan tersebut dikeluarkan setelah mempertimbangkan situasi politik dan sosial yang makin sensitif.
Baca Juga: MI Instan RI Rajai Pasar Dunia, Bersaing dengan Jepang!
“Kami telah membuat keputusan berdasarkan pertimbangan komprehensif terhadap situasi keamanan di negara atau kawasan tersebut, serta kondisi politik dan sosialnya,” tegas Kihara.
Menurut data Kementerian Luar Negeri Jepang, lebih dari 100.000 warga Jepang tinggal di China pada 2023, sehingga potensi risiko bagi mereka menjadi perhatian serius pemerintah Jepang.
Kisruh geopolitik yang merembet menjadi persoalan mobilitas internasional ini menambah daftar panjang friksi antara dua kekuatan ekonomi Asia tersebut. Selama ketegangan China-Jepang terus berlangsung, dampak pada sektor pariwisata, bisnis, dan hubungan diplomatik diperkirakan akan semakin terasa.

[…] Baca Juga: 500 Ribu Penerbangan Batal Dipicu Ketegangan Jepang-China […]