Dana Pemerintah di Bank Melejit, Ekonomi Siap Ngebut
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan bahwa penyerapan dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan terus meningkat. Sebelumnya, per 9 Oktober 2025, penyerapan dana tercatat baru sekitar Rp 118 triliun.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, mengungkapkan bahwa realisasi penempatan dana di bank mencapai Rp 167,6 triliun per 22 Oktober 2025. Ia menyebutkan dalam rapat dengan Komisi XI DPR pada Senin (17/11), sekitar 84% dana yang ditempatkan sudah terserap.
Febrio optimistis penyerapan dana tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama pada kuartal IV 2025. Ia menilai angka serapan sudah tinggi, mengingat dana tersebut baru digulirkan sekitar lima minggu.
Baca Juga : Kemenlu Beri Respons terkait RI Disebut Tujuan Pemindahan Gaza
Rincian Penyerapan Dana Pemerintah di Bank
- Bank Mandiri: Rp 55 triliun, terserap 100%
- Bank Rakyat Indonesia: Rp 55 triliun, terserap 100%
- Bank Negara Indonesia: Rp 55 triliun, terserap 68%
- Bank Tabungan Negara: Rp 25 triliun, terserap 41%
- Bank Syariah Indonesia: Rp 10 triliun, terserap 99%
Dana Pemerintah Mengalir ke Sektor Riil
Febrio menjelaskan bahwa dana tersebut telah disalurkan ke masyarakat dan pelaku usaha, termasuk UMKM, sehingga memberi dorongan pada konsumsi dan investasi. Menurutnya, dampak jangka pendeknya cukup signifikan karena mampu menggerakkan aktivitas sektor riil.
Ia juga yakin kebijakan ini dapat memperkuat kelangsungan usaha di berbagai sektor, mengingat dana pemerintah disalurkan melalui kredit dengan biaya dana yang lebih rendah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana tersebut dengan suku bunga 3,8%, selaras dengan suku bunga penempatan Bank Indonesia, yaitu sekitar 80% dari suku bunga kebijakan.
Saat ini, rata-rata cost of fund bank besar berada pada kisaran 4,5%–5,5%. Karena itu, dana pemerintah menjadi sumber likuiditas yang lebih murah dan membantu menekan biaya bunga perbankan.
Selain mempercepat penyaluran kredit, penempatan dana ini juga mendorong penurunan bunga Dana Pihak Ketiga (DPK) di sejumlah bank, terutama bank-bank Himbara dan Bank Syariah Indonesia. Penurunan bunga DPK tersebut kemudian mulai diikuti dengan penurunan suku bunga kredit sejak September, meskipun masih berlangsung secara bertahap.
Baca Juga : Uang Sitaan Korupsi, Dimanfaatkan Prabowo untuk Pendidikan

[…] Dana Pemerintah di Bank Melejit, Ekonomi Siap Ngebut […]
[…] Dana Pemerintah di Bank Melejit, Ekonomi Siap Ngebut […]
[…] Dana Pemerintah di Bank Melejit, Ekonomi Siap Ngebut […]