Kim Jong Un Kunjungi China, Ada Misi di Balik Jembatan Baru
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali ke negaranya setelah melakukan kunjungan mendadak selama satu hari ke Dandong, kota perbatasan China. Dalam perjalanan tersebut, ia mengunjungi monumen bersejarah yang berkaitan dengan Perang Korea.
Media pemerintah Korea Utara melaporkan kunjungan itu pada Minggu (25/10/2026), seperti dikutip Reuters.
Kim mendatangi Dandong pada Sabtu dan kembali ke Korea Utara melalui jalur darat dengan melintasi jembatan baru yang menghubungkan kedua negara. Kunjungan singkat tersebut mencerminkan upaya Beijing dan Pyongyang untuk memperluas hubungan perdagangan serta memperkuat kerja sama bilateral.
Media pemerintah Korea Utara menyoroti nilai historis kunjungan tersebut karena berlangsung sehari sebelum peringatan keterlibatan China dalam Perang Korea untuk mendukung Pyongyang.
Baca Juga : Iran Klaim 7 Kapal Tanker Diserang di Hormuz, Pangkalan AS Terancam
Hubungan kedua negara disebut sebagai ikatan yang “tak terputus”, yang terbentuk selama konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan pada 1950–1953. Dalam perang tersebut, Korea Selatan mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
Hingga kini, kedua Korea secara teknis masih berada dalam keadaan perang karena konflik tersebut berakhir melalui gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.
Dalam kunjungannya, Kim mengatakan rakyat Korea Utara akan “selamanya mengingat tahun-tahun gemilang perjuangan bersama rakyat Tiongkok”. Ia juga menegaskan bahwa rasa terima kasih kepada rakyat China yang membantu revolusi Korea Utara akan diwariskan dari generasi ke generasi, sebagaimana dilaporkan kantor berita KCNA.
China dan Korea Utara Perkuat Hubungan Ekonomi
Beijing dan Pyongyang berupaya mempererat hubungan ekonomi menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kawasan tersebut pada November mendatang.
Perkembangan ini juga memperlihatkan upaya Korea Utara menjaga keseimbangan diplomatik di tengah hubungan yang semakin erat dengan China dan pendalaman kerja sama militer dengan Rusia selama dua tahun terakhir.
Dalam kunjungan tersebut, Kim didampingi Wang Huning, pejabat yang menempati peringkat keempat tertinggi di Partai Komunis China. Ia mengunjungi Balai Peringatan Perang Melawan Agresi AS dan Membantu Korea di Dandong bersama delegasi senior Korea Utara.
Delegasi itu mencakup adik perempuan Kim, Kim Yo Jong, serta Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui.
Di dalam monumen, Kim melihat foto arsip yang menampilkan kakeknya sekaligus pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, bersama Mao Zedong, pendiri negara China modern. Momen tersebut juga ditayangkan melalui rekaman televisi pemerintah Korea Utara, KRT.
Kim kemudian menyerahkan plakat peringatan bergambar Kim Il Sung kepada museum. Setelah itu, ia mengadakan pertemuan resmi dengan Wang Huning dan meninjau sebuah pabrik bus di Dandong.
Jembatan Baru Jadi Simbol Hubungan Kedua Negara
Kunjungan Kim juga mencakup peninjauan jembatan baru yang menghubungkan China dan Korea Utara. Infrastruktur tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan perdagangan antara kedua negara.
Baca Juga : Taiwan Tuding China Gunakan Kapal Milisi untuk Persiapan Perang
Dalam laporan KCNA, Kim menyampaikan harapan agar jembatan itu dapat memainkan peran penting dalam mempererat hubungan kedua bangsa.
“Sambil menikmati pemandangan dari titik tengah jembatan yang baru diresmikan, Kamerad Kim Jong Un menyatakan harapannya bahwa jembatan ini pasti akan memenuhi misi bersejarahnya untuk menghubungkan kedua negara dan mempersatukan pikiran rakyat kedua negara,” demikian laporan KCNA.
Kim terakhir kali mengunjungi Beijing pada September 2025 untuk menghadiri parade militer. Sementara itu, Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan ke Korea Utara pada Juni.
Serangkaian pertemuan dan kunjungan tersebut menandai berlanjutnya upaya kedua negara untuk memperkuat hubungan politik dan ekonomi di tengah dinamika geopolitik kawasan.
