Kisruh AS–Iran Memanas, Arab Saudi Sampaikan Pesan ke Trump
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, mendorong Arab Saudi mengambil peran utama dalam upaya diplomasi untuk meredam potensi konflik terbuka. Riyadh dilaporkan memimpin inisiatif bersama negara-negara Teluk seperti Qatar dan Oman untuk membujuk Washington agar membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.
Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran serius atas dampak ekonomi dan politik global apabila konflik bersenjata benar-benar terjadi.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ), Arab Saudi sangat mencemaskan efek domino terhadap stabilitas kawasan, termasuk risiko gejolak domestik jika serangan tersebut menargetkan atau menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca Juga: Denmark-Greenland Bersatu menuju Negosiasi dengan Amerika Serikat
Negara-negara Teluk juga menyoroti potensi gangguan terhadap jalur energi dunia, terutama Selat Hormuz yang menjadi titik krusial pengiriman minyak global. Selat sempit yang memisahkan Iran dengan negara-negara Arab di Teluk tersebut memfasilitasi sekitar seperlima dari total pengapalan minyak dunia, sehingga eskalasi militer di wilayah itu dinilai berisiko memicu lonjakan harga energi global.
Upaya diplomasi ini disebut semakin mendesak setelah Amerika Serikat menginstruksikan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk untuk bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik.
Peringatan tersebut memicu kekhawatiran mendalam di ibu kota negara-negara Teluk mengenai keamanan infrastruktur vital serta ancaman jatuhnya proyektil ke wilayah kedaulatan mereka.
Kekhawatiran Minyak dan Pesan Netralitas Riyadh
Menurut sumber WSJ, Arab Saudi bersama Qatar dan Oman secara tegas menyampaikan pesan kepada Washington bahwa upaya mengguncang sistem pemerintahan Iran berisiko menimbulkan gejolak ekstrem di pasar minyak dunia.
Lonjakan harga energi akibat konflik dinilai justru berpotensi memukul balik perekonomian Amerika Serikat melalui tekanan inflasi global.
Baca Juga: Trump Bidik Senjata Rahasia Venezuela Ini, Bukan Incar Minyak!
Sikap Riyadh juga ditegaskan langsung kepada Teheran, dengan menekankan posisi netral Arab Saudi dalam potensi konflik bersenjata.
“Pejabat Arab Saudi menegaskan posisi mereka kepada Teheran bahwa Riyadh akan tetap netral dalam potensi konflik ini,” ujar sumber tersebut, dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (15/1/2026).
Dalam pernyataan yang sama, sumber itu menyebut Arab Saudi tidak ingin terseret dalam konfrontasi yang dipimpin Amerika Serikat.
“Untuk menghindari tarikan konfrontasi yang dipimpin AS, Riyadh menyatakan tidak akan membiarkan wilayah udara mereka digunakan oleh militer AS untuk melancarkan serangan udara ke wilayah Iran,” lanjut dia.
Selain faktor ekonomi dan keamanan energi, negara-negara Teluk juga memperingatkan Washington agar tidak mengejar agenda perubahan rezim di Teheran.
Menurut laporan tersebut, upaya menggulingkan pemerintahan Iran dipandang sebagai langkah berbahaya yang dapat mendestabilisasi kawasan Timur Tengah secara permanen dan memicu konflik berkepanjangan yang sulit dikendalikan.
Baca Juga: Elon Musk Disebut Pahlawan di Tengah Chaos Iran
Pesan Arab Saudi kepada Trump mencerminkan kekhawatiran mendalam negara-negara Teluk terhadap dampak luas konflik AS–Iran, yang dinilai tidak hanya mengancam kawasan, tetapi juga stabilitas ekonomi global.

[…] Kisruh AS–Iran Memanas, Arab Saudi Sampaikan Pesan ke Trump […]