Kurs Dollar Hampir Rp17 Ribu, Purbaya: IHSG ATH, Rupiah Menyusul
Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp 17.000 per dolar AS pada Senin (19/1/1016) dinilai sebagai respons sementara pasar yang bersifat spekulatif oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi isu masuknya keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menurut Purbaya, kondisi fundamental perekonomian Indonesia tetap solid. Ia mencontohkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam beberapa waktu terakhir justru menembus rekor tertinggi sepanjang masa.
Baca Juga : Sejarah Greenland, Wilayah yang Diincar Trump
“Rupiah akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan IHSG berapa sekarang? All time high kan? 9.133,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, Purbaya mengakui adanya kondisi yang tidak lazim, yaitu penguatan tajam pasar saham yang tidak diikuti penguatan mata uang. Ia menilai lonjakan IHSG mencerminkan derasnya arus masuk modal asing ke pasar keuangan domestik.
Purbaya menambahkan, secara teori, masuknya dana asing akan meningkatkan pasokan dolar AS di dalam negeri, yang pada akhirnya berpotensi mendorong penguatan nilai tukar rupiah.
“Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat juga karena supply dolar akan bertambah,” katanya.
Ia meyakini tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipicu faktor psikologis pasar. Investor dinilai bereaksi berlebihan terhadap wacana perpindahan Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono ke Bank Indonesia, yang dikhawatirkan sebagian pelaku pasar dapat mempengaruhi independensi bank sentral.
Strategi Melindungi Fundamental
Purbaya memaparkan sejumlah langkah bauran kebijakan fiskal yang akan ditempuh pemerintah, untuk meredam dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi.
Pertama, pemerintah bersama otoritas terkait akan memastikan kecukupan likuiditas di sistem keuangan agar aktivitas sektor riil tetap terjaga. Kedua, Kementerian Keuangan berkomitmen mempercepat realisasi belanja negara sejak awal tahun anggaran 2026.
“Saya pastikan program-program belanja pemerintah dibelanjakan cepat di awal-awal tahun ini,” ujarnya.
Pemerintah juga akan memperbaiki iklim investasi melalui upaya debottlenecking atau penghapusan hambatan regulasi.
Purbaya optimistis, dengan penguatan sisi penawaran dan permintaan serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai, dan percaya jika semuanya dijalankan, pertumbuhan ekonomi 6% tidak terlalu sulit.
Sebagai tambahan, isu independensi Bank Indonesia mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto, mengusulkan Thomas Djiwandono, sebagai salah satu kandidat Deputi Gubernur BI untuk menggantikan Juda Agung.
Sementara itu, Juda Agung disebut-sebut akan mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Thomas.
Baca Juga : Alasan Kenapa Negara – Negara Arab “Diam”, Iran Dilanda Konflik

[…] Kurs Dollar Hampir Rp17 Ribu, Purbaya: IHSG ATH, Rupiah Menyusul […]