Laporan: Arab Saudi Disebut Jadi Alasan Trump Hentikan Project Freedom
Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan Project Freedom secara mendadak disebut dipengaruhi kemarahan Arab Saudi dan negara-negara Teluk.
Hal itu terungkap dalam laporan media AS, NBC News, yang menyebut Riyadh kecewa karena tidak diajak berkonsultasi sebelum operasi militer tersebut diluncurkan.
Padahal, Project Freedom baru berjalan kurang dari 36 jam sebelum akhirnya dihentikan sementara.
Project Freedom merupakan operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal melintasi Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup Iran.
Baca Juga: Jika Harga Minyak di Atas 200 Dollar AS, Perang Iran Dinilai Trump “Sepadan”
Trump sendiri mengatakan penghentian operasi dilakukan atas permintaan Pakistan dan sejumlah negara lain yang tidak disebutkan namanya.
Keputusan itu memicu kebingungan karena sebelumnya pejabat senior AS masih menyebut Project Freedom sebagai operasi penting bagi keamanan jalur pelayaran internasional.
Menurut laporan NBC News, negara-negara Teluk terkejut dengan langkah Trump tersebut, sementara Arab Saudi disebut menjadi pihak yang paling marah.
Sebagai respons, Arab Saudi dikabarkan menutup akses wilayah udaranya bagi operasi militer AS.
“Sebagai tanggapan, Kerajaan [Arab Saudi] memberi tahu AS bahwa mereka tidak akan mengizinkan militer AS menerbangkan pesawat dari Pangkalan Udara Prince Sultan, di tenggara Riyadh, atau terbang melalui wilayah udara Saudi untuk mendukung upaya tersebut,” tulis NBC News dalam laporannya, Kamis (7/5/2026).
Percakapan Trump dan Pangeran Saudi Disebut Tak Berhasil
NBC News juga melaporkan bahwa percakapan antara Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tidak berhasil meredakan ketegangan.
“Percakapan antara Trump dan Putra Mahkota [Arab] Saudi Mohammed bin Salman tidak menyelesaikan masalah tersebut,” kata dua pejabat AS yang dikutip dalam laporan itu.
Laporan tersebut menyebut situasi itu akhirnya memaksa Trump menunda Project Freedom demi memulihkan akses militer AS ke wilayah udara penting di Arab Saudi.
Di sisi lain, Gedung Putih membantah tudingan bahwa sekutu regional tidak diberi informasi sebelumnya.
Baca Juga: Iran Diancam Trump dngan Serangan Lebih Besar Jika Negosiasi Gagal
Pemerintah AS mengklaim negara-negara sekutu di kawasan, termasuk Arab Saudi, sebenarnya telah diberi pemberitahuan terkait Project Freedom.
Sementara itu, Trump melalui unggahan di Truth Social mengatakan operasi tersebut hanya dihentikan sementara untuk membuka peluang tercapainya kesepakatan baru.
“Project Freedom akan dihentikan sementara untuk melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani,” tulis Trump.
NBC News juga mengungkap bahwa AS sebelumnya telah menyiapkan sejumlah kapal tambahan di kawasan Teluk untuk mendukung transit melalui Selat Hormuz sebelum operasi tiba-tiba dihentikan.
