Mamdani Ditolak Hadiri Peringatan 9/11, Ini Sebabnya
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani tengah menjadi sorotan setelah muncul petisi yang menolak kehadirannya dalam acara peringatan 25 tahun tragedi serangan 11 September 2001 atau 9/11.
Petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 70.000 orang. Mengutip RT, Senin (3/8/2026), petisi itu digagas sejumlah keluarga korban yang meminta Mamdani tidak menghadiri acara penghormatan tahunan untuk mengenang tragedi tersebut.
Para penggagas menegaskan bahwa penolakan mereka tidak berkaitan dengan latar belakang Mamdani sebagai seorang Muslim. Mereka menyebut keberatan tersebut muncul karena pandangan politik, hubungan, serta sejumlah pernyataan yang dinilai kontroversial.
“Penolakan muncul karena sikap publik, hubungan, dan tanggapan terhadap retorika yang oleh banyak pihak dianggap bertentangan dengan nilai-nilai bersama yang menjadi simbol peringatan tragedi 9/11,” tulis petisi tersebut.
Mengapa Mamdani Ditolak Hadiri Peringatan 9/11?
Tahun 2026 menandai 25 tahun sejak serangan teroris 9/11 yang menewaskan hampir 3.000 orang dan menghancurkan kompleks World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat.
Baca Juga : Prabowo Tawarkan Buka Dialog dengan Korut, Ini Respon Korsel
Petisi yang diluncurkan pada bulan lalu itu menyoroti sejumlah hal yang berkaitan dengan Mamdani. Di antaranya adalah hubungannya dengan Imam Brooklyn Siraj Wahhaj serta penunjukan Ramzi Kassem, yang sebelumnya pernah menjadi pengacara seseorang yang terpidana dalam kasus terorisme terkait Al-Qaeda.
Nama ayah Mamdani, Mahmood Mamdani, juga ikut disorot. Mahmood merupakan penulis buku “Good Muslim, Bad Muslim” yang diterbitkan pada 2004.
Dalam buku tersebut, Mahmood berpendapat bahwa serangan 9/11 perlu dilihat dalam konteks kekerasan politik modern dan tidak semata-mata dipahami sebagai tindakan barbar. Petisi kemudian mengaitkannya dengan pernyataan Mamdani yang pernah mengakui bahwa sejumlah pandangannya dipengaruhi oleh pemikiran sang ayah.
Mamdani menanggapi petisi tersebut dengan menyebutnya sebagai upaya dari kelompok tertentu untuk mencegah dirinya hadir dalam peringatan 9/11.
Ia menegaskan tetap menghormati keluarga korban, para penyintas, serta petugas tanggap darurat yang terdampak tragedi tersebut.
“Saya akan dengan bangga menghormati keluarga korban, para penyintas, dan petugas tanggap darurat yang terdampak selamanya oleh serangan teror mengerikan itu dengan berdiri bersama mereka dalam peringatan 9/11 tahun ini, sembari menegaskan kembali bahwa kita tidak akan pernah melupakan hari penuh duka yang dirasakan oleh kita semua yang menjadikan kota ini sebagai rumah kita,” tegasnya.
Kelompok Keluarga Korban Justru Dukung Mamdani
Di tengah penolakan tersebut, kelompok September 11th Families for Peaceful Tomorrows justru menyatakan dukungan terhadap Mamdani.
Kelompok yang beranggotakan keluarga korban 9/11 tersebut mengecam petisi penolakan Mamdani. Mereka menilai petisi itu mengandung sentimen Islamofobia serta tuduhan yang tidak memiliki dasar kuat.
Baca Juga : Israel Tolak Tarik Pasukan dari Gaza, Akui Tak Senang dengan Kesepakatan
Kelompok tersebut diketahui menerima hibah lebih dari US$500.000 atau sekitar Rp9 miliar dari Soros Foundation dalam kurun waktu sekitar satu dekade. Dana itu disebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi.
Kontroversi mengenai Mamdani juga muncul di tengah hubungan yang semakin tegang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ketegangan meningkat setelah Mamdani menyatakan Netanyahu berpotensi ditangkap jika datang ke New York karena dugaan kejahatan perang. Netanyahu kemudian menuduh Mamdani berpihak kepada Iran dan menyebut sikap wali kota tersebut sebagai bentuk “sinisme moral” yang tidak masuk akal.
