Mengakhiri Perang Iran Tak Semudah Klaim Trump, Ini Alasannya
Seorang pakar kebijakan luar negeri Iran menilai perang antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan berakhir dalam waktu dekat, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer bisa selesai dalam dua hingga tiga pekan.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, analis dari Quincy Institute Trita Parsi mengatakan Iran masih akan mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz.
“Iran akan terus mengendalikan Selat Hormuz, dan mungkin akan terus menembakinya,” ungkap Parsi.
Baca Juga: Milisi Pro Iran Ancam Jalur Minyak Saudi Jadi Target Serangan, Perang Makin Panas
Prediksi konflik belum mereda
Parsi menilai upaya Trump untuk mengakhiri konflik tidak akan semudah yang disampaikan ke publik.“Saya rasa tidak semudah itu bagi Trump untuk begitu saja mengakhiri konflik,” kata Parsi.
Ia menyebut Trump tengah membangun narasi keberhasilan dengan menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz bukan bagian dari tujuan utama AS.
Namun, di sisi lain, Trump juga disebut menunjukkan kekecewaan terhadap negara-negara Eropa yang enggan terlibat dalam upaya membuka jalur tersebut.
“AS memiliki angkatan laut terbesar dan terkuat di dunia. Jika AS tidak dapat melakukannya, apa bedanya jika Prancis dan negara-negara Eropa lainnya ikut campur?” ujar dia.
“Melihat negara-negara Eropa tidak mau menjadi bagian dari kekacauan ini, dia menyerang mereka, dengan mengatakan, ‘Lihat, AS tidak membutuhkan Selat Hormuz, kalianlah yang menderita akibatnya, dan sebagai hasilnya, kalian harus menanganinya sendiri,” terangnya.
Baca Juga: Ini Respons Keras Iran usai Trump Ultimatum Teheran Lagi
Dinamika negosiasi dan tekanan militer
Parsi juga menyoroti perubahan arah tujuan perang yang dinilai semakin mendekati kepentingan Israel.
“Fakta bahwa dia mengatakan ingin mengirim orang Iran kembali ke Zaman Batu pada dasarnya adalah Israelisasi tujuan perang Amerika di sini,” tutur Parsi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membenarkan adanya pertukaran pesan dengan AS, namun menegaskan tidak ada negosiasi resmi yang berlangsung.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan pendekatan Washington tetap mengandalkan tekanan militer.
Ia menyebut AS “bernegosiasi dengan bom,” sembari mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan damai atau menghadapi peningkatan serangan.

[…] Baca Juga : Ini Alasan Kenapa Perang dengan Iran Tidak Mudah Berakhir! […]