Minyak Dunia Tembus US$100/Barel, ESDM Pastikan BBM Belum Naik
Harga minyak dunia kembali melonjak hingga menembus angka US$100 per barel setelah sebelumnya sempat berada di kisaran US$86 per barel.
Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah masih terus memantau pergerakan harga minyak global yang dinilai sangat fluktuatif di tengah ketegangan geopolitik dunia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman mengatakan lonjakan harga minyak sempat terjadi cukup tajam, namun kemudian kembali turun setelah muncul pembicaraan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Kalau kita perhatikan kan kemarin sempat tinggi, lalu ada pembicaraan antara Trump dan Putin menyebabkan turun lagi. Jadi dinamika ini masih menjadi perhatian kita, tapi yang paling penting dari pemerintah adalah sampai dengan saat ini belum ada rencana untuk menaikkan harga,” terang Laode saat ditemui di kawasan Kilang Balongan, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Masyarakat Diajak Bahlil Hemat Energi, Naik Transportasi Umum
Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panic Buying
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia memastikan pemerintah akan menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Saya mohon kepada saudara-saudara saya tidak perlu panic buying. Insya Allah BBM kita LPG kita negara akan hadir,” kata Bahlil.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah membahas kondisi energi nasional dalam rapat terbatas bersama Presiden.
Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa harga BBM tidak akan mengalami kenaikan hingga setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Dan satu lagi saya kemarin baru rapat dengan Presiden di Ratas, tidak ada kenaikan BBM sampai hari raya idul fitri selesai,” lanjut dia.
Ia menambahkan pemerintah akan menambah anggaran subsidi energi untuk menahan kenaikan harga di dalam negeri.
Baca Juga: 2 Kapal Tanker Minyak Pertamina Tinggalkan Teluk, tapi Bukan ke RI
Pasalnya, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dipatok sebesar US$70 per barel, sementara saat ini harga minyak dunia telah mencapai sekitar US$100 per barel.
“Sekarang kan di APBN kita kan ICP US$ 70 per barel sekarang sudah tembus US$ 100 per barel, kenaikan itu kita masih mampu membiayai jadi masih ditanggung oleh negara,” pungkas dia.

[…] Minyak Dunia Tembus US$100/Barel, ESDM Pastikan BBM Belum Naik […]
[…] Minyak Dunia Tembus US$100/Barel, ESDM Pastikan BBM Belum Naik […]