Mojtaba Khamenei Sebut Israel Dekati Akhir Kehancuran, AS Tak Lagi Aman di Timur Tengah
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan Israel sedang mendekati akhir keberadaannya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Mojtaba dalam pesan menyambut musim ibadah haji yang dikutip media Iran ISNA, Selasa (26/5/2026).
Dalam pesannya, Mojtaba menggambarkan Israel sebagai “tumor kanker” yang menurutnya tidak akan bertahan lama.
“Rezim Zionis yang sedang goyah dan tumor kanker ganas bernama Israel pun kini mendekati tahap akhir dari keberadaan mereka yang menyedihkan,” kata Mojtaba.
Ia juga mengutip pernyataan mendiang ayahnya, Ali Khamenei, terkait prediksi kehancuran Israel.
“Sesuai dengan kata-kata tegas dan visioner dari Pemimpin kita yang mulia dan gugur sebagai syuhada sepuluh tahun yang lalu, mereka (Israel) tidak akan bertahan hingga dua puluh lima tahun setelah tanggal tersebut,” sambungnya.
Mojtaba menilai Iran telah berhasil membuat Israel tidak berdaya selama konflik yang disebutnya sebagai “perang paksaan kedua”. Ia juga menyebut serangan Iran menjadi “tamparan keras” bagi Amerika Serikat.
Menurutnya, masa depan kawasan akan berada di tangan negara-negara Islam dan peradaban Islam baru.
Baca Juga: Ini Agenda Prabowo Bertemu Macron saat Tiga Kali ke Perancis 2026
AS Disebut Tak Lagi Punya Tempat Aman di Teluk
Dalam pernyataan lain yang disampaikan melalui saluran Telegram resminya, Mojtaba mengatakan negara-negara Teluk tidak lagi akan menjadi pelindung bagi pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
“Waktu tidak bisa diputar kembali, dan negara-negara serta wilayah di kawasan ini tidak akan lagi berfungsi sebagai tameng bagi pangkalan-pangkalan Amerika,” ujar Mojtaba, dikutip Al Jazeera.
“Amerika tidak akan lagi memiliki tempat berlindung yang aman bagi kejahatan atau untuk mendirikan pangkalan militer di kawasan ini,” lanjut dia.
Pernyataan tersebut muncul di tengah pembahasan antara Iran dan AS terkait kerangka penghentian perang yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Mojtaba juga menyinggung kemenangan “poros perlawanan” Iran, termasuk kelompok sekutu di Lebanon, yang menurutnya telah memberi pelajaran kepada AS dan Israel.
Ia kemudian menyerukan kerja sama antarnegera Islam untuk membentuk tatanan baru di kawasan Timur Tengah.
“Dengan ketulusan dan kemurnian, saya mengajak semua negara dan pemerintah Islam untuk menjalin persahabatan dan kerja sama demi kebaikan bersama,” katanya.
Baca Juga: Tak Lagi Harus Dibawa ke AS, Trump Longgarkan Sikap soal Uranium Iran
Mojtaba Khamenei diketahui mengambil alih posisi Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu.
