Netanyahu Ancam Iran Jelang Pemilu Israel 27 Oktober
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan Iran beserta kelompok-kelompok sekutunya agar tidak melancarkan serangan menjelang pemilihan umum Israel yang akan digelar pada Selasa (27/10/2026). Netanyahu mengaku menerima informasi intelijen yang menunjukkan adanya kemungkinan upaya Iran untuk mengganggu pelaksanaan pemilu.
“Kami memiliki indikasi intelijen bahwa musuh-musuh kita, yakni Iran dan kelompok proksinya, mungkin mencoba menantang kita dengan serangan guna mengganggu jalannya pemilu,” kata Netanyahu dalam video yang dirilis kantornya pada Minggu (25/10/2026).
Ia menegaskan bahwa Israel akan memberikan respons keras jika Iran atau kelompok yang bersekutu dengannya melancarkan serangan.
“Jangan uji kami. Kalian akan menerima pukulan yang sangat telak,” tegas Netanyahu, sebagaimana dikutip AFP pada Senin (26/10/2026).
Baca Juga : Warga AS Tolak Uang Jutaan demi Hentikan Proyek AI
Netanyahu juga menyatakan bahwa militer Israel telah bersiap menjalankan operasi pertahanan maupun ofensif. Pernyataan tersebut disampaikan ketika kebijakan keamanan menjadi salah satu topik utama dalam persaingan politik menjelang pemilu.
Selama masa kampanye, Netanyahu berulang kali menyoroti operasi militer Israel terhadap Iran yang dilancarkan bersama Amerika Serikat (AS) pada Februari lalu. Ia bahkan mengklaim dirinya sebagai satu-satunya pemimpin yang mampu menuntaskan operasi tersebut.
Muncul Laporan Perselisihan Netanyahu dengan Panglima Militer
Di tengah meningkatnya ketegangan, media Israel Channel 12 melaporkan dugaan perselisihan antara Netanyahu dan Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir. Perselisihan itu dikabarkan berkaitan dengan arahan baru pemerintah mengenai operasi militer terhadap Iran.
Berdasarkan keterangan sejumlah sumber anonim, Channel 12 menyebut Zamir meminta pembahasan lebih mendalam sebelum melaksanakan instruksi yang diberikan pemerintah. Ia juga dikabarkan meminta jaminan hukum serta tanda tangan dari pejabat di tingkat politik sebelum menjalankan arahan tersebut.
Namun, laporan itu tidak menjelaskan secara terperinci isi instruksi yang menjadi sumber perbedaan pendapat.
Sumber Channel 12 juga mengungkapkan adanya kekhawatiran di kalangan militer Israel bahwa operasi terhadap Iran berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
Netanyahu membantah kabar perselisihan tersebut saat diwawancarai sebuah stasiun televisi pada Minggu. Ia menyebut laporan mengenai ketegangan dengan Zamir tidak memiliki dasar.
Oposisi Tuduh Netanyahu Ingin Menunda Pemilu
Isu dugaan perselisihan antara Netanyahu dan pimpinan militer turut memicu reaksi dari pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid. Melalui akun media sosial X, Lapid menuduh Netanyahu berusaha memancing konflik baru dengan Iran demi menunda pemilihan umum.
“Malam ini terungkap bahwa ia ingin memicu eskalasi dan konfrontasi dengan Iran, semata-mata untuk menunda pemilihan umum,” ujar Lapid.
“Orang ini sudah kehilangan kendali. Kita harus segera menyingkirkannya,” tambahnya.
Tuduhan tersebut disampaikan ketika Netanyahu terus menempatkan ancaman Iran sebagai salah satu fokus utama kampanye politiknya.
Pada Minggu, Netanyahu juga mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan awan jamur akibat ledakan nuklir menyelimuti Tel Aviv. Gambar itu disertai tulisan dari seorang komentator politik sayap kanan yang menggambarkan Iran sebagai ancaman terhadap keberlangsungan Israel.
Baca Juga : Bandara Riyadh Dibuka Kembali di Tengah Ancaman Houthi
Komentator tersebut menilai bahwa berbagai isu lain yang diperdebatkan selama kampanye tidak sebanding dengan ancaman yang ditimbulkan Iran.
Netanyahu Ingin Menggulingkan Pemerintahan Iran
Sikap tegas Netanyahu terhadap Iran juga tercermin dalam pernyataannya selama beberapa hari terakhir. Pada Rabu (21/10/2026), ia mengaku telah memerintahkan pasukan keamanan Israel untuk menggulingkan pemerintahan teokratis Iran.
Sehari sebelumnya, Selasa (20/10/2026), Netanyahu mengunggah video yang memperlihatkan dirinya berdiri di depan sebuah pesawat tempur sembari berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
Dalam percakapan tersebut, Netanyahu mengatakan bahwa dirinya dan Trump akan menyelesaikan tugas itu secara bersama-sama.
Serangkaian pernyataan dan unggahan tersebut memperlihatkan bagaimana Netanyahu terus menyoroti konflik dengan Iran menjelang pemungutan suara di Israel pada 27 Oktober 2026.

[…] Netanyahu Ancam Iran Jelang Pemilu Israel 27 Oktober […]